Dapur Rumah Lansia Ambrol Diterjang Cuaca Ekstrem

oleh -55 Dilihat
oleh
Dapur Rumah Lansia Ambrol Diterjang Cuaca Ekstrem
Dapur rumah lansia di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo ambrol diterjang angin kencang. (Dok. Bpbd situbondo)
banner 468x60

SITUBONDO, Garudasatunews.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan gerimis menyebabkan dapur rumah milik seorang lansia di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, roboh dan mengalami kerusakan berat, Minggu (14/6/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, bangunan dapur rumah milik Mariani mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi dapat digunakan. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp25 juta.

Koordinator Pusdalops-PB BPBD Situbondo, Puriyono, mengungkapkan bahwa sebelum bangunan roboh, wilayah Desa Wonorejo dan sekitarnya dilanda angin kencang yang disertai hujan gerimis sejak sekitar pukul 12.45 WIB.

“Pada saat kejadian, Ibu Mariani sedang beristirahat di dalam rumah. Tidak lama kemudian terdengar suara keras dari arah dapur. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui seluruh tembok dapur telah ambrol dan bangunan roboh,” kata Puriyono.

Berdasarkan hasil pendataan awal, bangunan yang mengalami kerusakan merupakan dapur permanen berukuran sekitar 4 x 5 meter dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter. Selain merobohkan struktur bangunan, reruntuhan juga merusak sejumlah perabot rumah tangga yang berada di dalam dapur.

Pasca kejadian, korban segera melaporkan peristiwa tersebut kepada ketua lingkungan dan perangkat desa setempat. Mengingat kondisi bangunan yang tidak lagi layak digunakan, korban untuk sementara waktu mengungsi dan tinggal bersama keluarga.

“Hasil asesmen sementara menunjukkan tingkat kerusakan masuk kategori rusak berat dengan estimasi kerugian sekitar Rp25 juta,” ujar Puriyono.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo turun ke lokasi guna melakukan asesmen lapangan, pendataan kerusakan, serta identifikasi kebutuhan korban terdampak.

Dalam proses penanganan, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Banyuputih, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa Wonorejo, Tagana Dinas Sosial, relawan kebencanaan, dan masyarakat setempat untuk memastikan respons darurat berjalan efektif.

Saat ini BPBD Situbondo masih melakukan proses Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan yang diperlukan korban, baik berupa logistik maupun bentuk bantuan lainnya.

“Kami telah melaksanakan kaji cepat terhadap kerusakan dan kebutuhan korban. Tindak lanjut berikutnya akan disesuaikan dengan hasil asesmen di lapangan,” pungkas Puriyono.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.