Dapur MBG Terbakar, Satgas Desak Relokasi

oleh -38 Dilihat
oleh
Dapur MBG Terbakar, Satgas Desak Relokasi
Ketua Satgas MBG dan Pejabat Sekretaris Daerah Jember Achmad Imam Fauzi (kanan) saat melakukan sidak ke SPPG Sumbersari 2, 21 Mei 2026.
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember mendesak relokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbersari 2 usai insiden kebakaran yang terjadi di ruang oven pengering wadah makanan di Jalan Semeru Utama Timur, Kecamatan Sumbersari, Rabu (20/5/2026).

Inspeksi mendadak dilakukan Ketua Satgas MBG Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, Kamis (21/5/2026). Sidak tersebut turut melibatkan Dinas Kesehatan, Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan, serta awak media untuk menelusuri dugaan kelalaian dalam standar keamanan dapur MBG.

Saat tiba di lokasi, Fauzi sempat mendapat respons keberatan dari pegawai SPPG karena sidak dilakukan tanpa pemberitahuan. Bahkan, seorang pegawai sempat meminta wartawan tidak mengambil gambar maupun merekam video di area dapur yang terbakar.

Dalam pemeriksaan itu, Fauzi menerima penjelasan dari seorang pria bernama Ahmad yang mengaku sebagai mitra SPPG. Ahmad menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di ruang oven pengering wadah makanan berukuran sekitar lima meter kali tiga meter.

Usai sidak, Fauzi menilai standar operasional pembangunan infrastruktur dapur di SPPG tersebut tidak berjalan sesuai ketentuan. Ia menemukan instalasi dapur masih bersifat manual dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun operasional program MBG.

“Kebakaran ini tidak bisa dianggap sepele. SPPG tidak hanya bicara soal penyajian makanan bergizi, tetapi juga harus memenuhi aspek keamanan, keselamatan kerja, kesehatan, dan lingkungan,” tegas Fauzi kepada wartawan.

Selain persoalan instalasi, Fauzi juga menyoroti lokasi bangunan SPPG yang berada di atas saluran irigasi besar yang sebelumnya sempat dilanda banjir. Kondisi itu dinilai rawan menimbulkan pencemaran, bakteri, hingga sumber penyakit yang dapat mengganggu kualitas layanan pemenuhan gizi.

Berdasarkan hasil sidak, Satgas MBG Jember merekomendasikan agar SPPG Sumbersari 2 direlokasi tanpa menghentikan operasional layanan secara permanen. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Badan Gizi Nasional melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di Jember.

“Kami hanya sebatas memberikan rekomendasi untuk dilakukan review menyeluruh,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Ahmad mengakui operasional SPPG dihentikan sementara selama beberapa hari pascakebakaran untuk proses perbaikan. Ia menargetkan layanan kembali berjalan pada Senin (25/5/2026).

Ahmad juga membantah adanya kerusakan berat pada peralatan dapur. Menurutnya, sejumlah alat masih dapat digunakan kembali setelah dilakukan pengecatan ulang dan penggantian plafon eternit yang terdampak asap.

Terkait dugaan kebocoran gas elpiji sebagai pemicu kebakaran, Ahmad menyebut kran gas yang sebelumnya disorot telah diganti dan dipermanenkan menggunakan baut untuk menghindari risiko serupa terulang kembali.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.