SURABAYA, Garudasatunews.id – Dafam Pacific Caesar Surabaya menggabungkan pelestarian budaya Indonesia dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui Festival Hari Batik Nasional bertajuk “Bangga Berbatik”. Kegiatan ini mengangkat inovasi pemanfaatan kain linen bekas operasional hotel menjadi kain batik bernilai seni sebagai salah satu upaya mendorong penerapan konsep keberlanjutan di industri perhotelan.
Festival yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan.
General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mengajak masyarakat terus melestarikan batik sebagai identitas bangsa.
“Melalui peringatan Hari Batik Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, melestarikan, serta bangga mengenakan batik sebagai identitas bangsa,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Linen Bekas Diolah Menjadi Karya Bernilai Seni
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Festival “Bangga Berbatik” adalah pemanfaatan kain linen bekas operasional hotel yang diolah kembali menjadi kain batik. Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana material yang sebelumnya tidak lagi digunakan dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif dengan nilai estetika.
Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan prinsip reuse atau penggunaan kembali material sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi limbah. Meski demikian, dampak lingkungan dari program tersebut secara keseluruhan belum disertai data kuantitatif mengenai jumlah linen yang diolah maupun volume limbah yang berhasil dikurangi.
Dalam konteks industri perhotelan, langkah pemanfaatan kembali material menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung praktik operasional yang lebih berkelanjutan.
Festival Libatkan Tamu dan Staf Hotel
Marketing Communication Dafam Pacific Caesar Surabaya, Maria Ristiany, menjelaskan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni budaya Indonesia, tetapi juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel.
“Acara ini menjadi wujud apresiasi kami terhadap kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus bentuk pelayanan istimewa kami dalam menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel,” katanya.
Para tamu dan peserta diajak mengenakan busana batik terbaik untuk menyemarakkan kegiatan. Selain menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi budaya, acara tersebut turut dimeriahkan dengan pembagian hadiah bagi pengunjung.
Hadiah yang disediakan meliputi voucher makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) dari Dafam Pacific Caesar Surabaya serta goodie bag eksklusif dari sponsor.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra, yakni ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat), IM3, dan Cheers.
Perwakilan ISIK, Arindra Halim, berharap kolaborasi tersebut dapat mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap produk dan karya kreatif anak bangsa.
Pelestarian Batik dan Tantangan Keberlanjutan
Batik merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009. Pengakuan tersebut memperkuat posisi batik sebagai bagian penting dari identitas budaya nasional yang perlu dilestarikan lintas generasi.
Melalui Festival “Bangga Berbatik”, Dafam Pacific Caesar Surabaya berupaya memadukan pelestarian warisan budaya dengan inovasi pemanfaatan material bekas. Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku industri perhotelan untuk mengembangkan program kepedulian lingkungan yang terintegrasi dengan kegiatan budaya.
Namun, keberlanjutan sebuah program tidak hanya diukur dari kreativitas mengolah material bekas. Transparansi mengenai jumlah material yang dimanfaatkan kembali, kesinambungan program, serta hasil pengurangan limbah dapat menjadi indikator penting untuk menilai dampak lingkungan secara lebih terukur.
Dengan demikian, inisiatif ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan Hari Batik Nasional, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan praktik ramah lingkungan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia.
(Red-Garudasatunews)















