Cinta Ditolak, Mahasiswi Ditusuk Pacar

oleh -106 Dilihat
oleh
Cinta Ditolak, Mahasiswi Ditusuk Pacar
Tersangka (kaos hitam) saat diamankan di Polsek Plandaan
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kasus penusukan terhadap dua mahasiswi di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Kamis (30/4/2026) malam, mengungkap dugaan kekerasan berbasis relasi personal yang berujung tindak kriminal serius. Pelaku berinisial AD (25), yang diketahui merupakan pacar salah satu korban, kini telah diamankan aparat kepolisian.

Dua korban, Sita Janatul Munawaroh (25) dan adiknya Zubaidah Septia Ningsih (21), mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam di dalam rumah mereka sendiri. Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setelah mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku diduga nekat melakukan penyerangan setelah hubungan asmaranya dengan Sita tidak mendapat restu dari keluarga korban. Kekecewaan tersebut diduga menjadi pemicu aksi kekerasan yang telah direncanakan.

Kapolsek Plandaan AKP Sartono menjelaskan, kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku diduga masuk ke rumah melalui pintu belakang sebelum melakukan penyerangan di kamar korban.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, ibu korban, Masripah, mendengar suara mencurigakan dan mendapati pelaku tengah melakukan kekerasan terhadap anaknya. Dalam situasi tersebut, pelaku mencekik korban utama sambil mengancam menggunakan pisau.

Upaya penyelamatan oleh adik korban justru berujung pada luka serius setelah pelaku juga melakukan penusukan terhadapnya. Teriakan korban kemudian mengundang perhatian warga sekitar yang segera mendatangi lokasi.

Warga yang datang langsung mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Aparat yang tiba di lokasi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.

Peristiwa ini memunculkan sorotan terkait potensi eskalasi kekerasan dalam hubungan pribadi yang tidak terkelola dengan baik. Minimnya deteksi dini terhadap konflik interpersonal dinilai dapat berujung pada tindak kriminal yang membahayakan keselamatan.

Saat ini, polisi masih mendalami motif dan kemungkinan unsur perencanaan dalam kasus tersebut. Pemeriksaan terhadap pelaku terus dilakukan untuk memastikan konstruksi hukum yang tepat sesuai dengan ketentuan pidana yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak terselesaikan dapat berkembang menjadi tindak kekerasan serius, sekaligus menuntut peran aktif lingkungan dalam mencegah eskalasi kejadian serupa di masa mendatang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.