CFD Blitar Dongkrak Omzet UMKM hingga Jutaan Rupiah

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Program Car Free Day (CFD) yang digelar Pemerintah Kota Blitar terus menunjukkan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, kegiatan yang semula diragukan sejumlah pihak tersebut kini berkembang menjadi ruang publik yang tidak hanya dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi pusat transaksi ekonomi rakyat.

Pemerintah Kota Blitar menilai keberlangsungan CFD telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi sektor informal. Tingginya jumlah pengunjung yang memadati kawasan CFD setiap pekan menciptakan peluang usaha bagi ratusan pedagang yang membuka lapak di sepanjang area kegiatan.

Wali Kota Blitar, M. Syauqul Muhibbin, mengatakan konsistensi pelaksanaan CFD menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Menurutnya, berbagai evaluasi dan penataan terus dilakukan agar kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.

“Dulu waktu awal berjalan ada yang bilang, ‘Alah Mas Ibin kui paling mlaku ping pindo’. Namun alhamdulillah sekarang bukan hanya berjalan dua kali, melainkan sudah memasuki tahun kedua. Alhamdulillah tetap konsisten dan masyarakat senang serta bahagia,” ujar M. Syauqul Muhibbin, Senin (8/6/2026).

Selain menjadi ruang interaksi sosial, CFD juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dalam waktu singkat. Sejumlah pedagang mengaku memperoleh omzet yang signifikan selama kegiatan berlangsung.

Rian, salah satu pedagang minuman di kawasan CFD, mengungkapkan bahwa dalam waktu sekitar tiga jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, dirinya mampu meraih omzet hingga Rp2 juta.

“Alhamdulillah laris manis, bisa menjual minuman sampai 200 botol selama CFD berlangsung,” kata Rian.

Kondisi serupa juga dirasakan pedagang makanan dan jajanan yang memanfaatkan tingginya mobilitas pengunjung. Banyak peserta CFD yang melakukan transaksi setelah berolahraga atau mengikuti aktivitas yang diselenggarakan di lokasi.

“Jualan makanan dan jajanan laris manis, banyak peserta CFD yang setelah olahraga langsung mampir dan membeli dagangan kami. Cepat sekali habisnya,” ujar salah seorang pedagang.

Data lapangan tersebut menunjukkan bahwa CFD tidak hanya berfungsi sebagai sarana publik untuk mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi instrumen yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan. Di tengah tantangan perlambatan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, keberadaan ruang ekonomi berbasis komunitas seperti CFD dinilai memberikan peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha mikro dan sektor informal.

Pemerintah Kota Blitar berkomitmen terus melakukan pembenahan dan penguatan konsep CFD agar manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.