Cegah Perundungan di Sekolah, SMA NU Sumenep Gandeng KPI Sukseskan MPLS 2026.

oleh -32 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama (SMA NU) Sumenep menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui gelaran Seminar Sekolah Ramah Anak sekaligus Deklarasi Anti-Bullying yang terintegrasi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Jumat (17/7/2026).

Mengusung tema “Sekolahku Aman, Nyaman, dan Menyenangkan”, agenda ini dirancang untuk membekali para siswa baru dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya lingkungan belajar yang kondusif, bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.
Untuk memberikan edukasi yang komprehensif, SMA NU Sumenep menghadirkan Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumenep, Nunung Fitriana, sebagai narasumber utama. Jalannya seminar berlangsung tertib dan disambut antusias oleh ratusan peserta didik baru.

Dalam pemaparannya, Nunung mengupas tuntas berbagai manifestasi perundungan yang kerap mengancam remaja, mulai dari perundungan fisik, verbal, hingga cyberbullying yang kian marak di era digital. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti urgensi pencegahan kekerasan seksual di institusi pendidikan, mengingat dampak psikologis dan sosialnya yang sangat fatal bagi masa depan korban.

Menurut Nunung, pembentukan sekolah ramah anak tidak bisa terjadi secara instan, melainkan harus diinisiasi dari kesadaran kolektif untuk saling menghormati, menjaga laku dan tutur kata, serta menumbuhkan keberanian untuk menolak segala bentuk penindasan.
“Bullying maupun kekerasan seksual sama-sama menyakiti korban dan meninggalkan trauma mendalam. Tindakan destruktif seperti ini harus dihentikan total karena tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang sangat serius,” tegas Nunung di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen siswa untuk menjadi agen perubahan (agent of change) dengan membangun budaya saling peduli, serta tidak ragu untuk melapor kepada pihak berwenang jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Sebagai puncak acara, seluruh warga sekolah bersama-sama mengikrarkan Deklarasi Anti-Bullying. Seremonial ini menjadi simbol komitmen bersama SMA NU Sumenep dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kepedulian sosial tinggi dan berakhlak mulia. (ADC)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.