Cegah Penyebaran Campak, Pemkab Sampang Sasar 46.509 Anak Lewat Program BIAS

oleh -31 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMPANG, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit campak melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Program tersebut dilaksanakan di sejumlah sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas di Kabupaten Sampang. Imunisasi diberikan sesuai kelompok usia dan jenjang pendidikan anak.

Ketua Tim Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Laili Nafilah, mengatakan program BIAS menyasar puluhan ribu anak di wilayah tersebut.
“Program ini dilakukan di sejumlah sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas yang ada di Kabupaten Sampang,” kata Laili di Sampang, Senin (24/08).

Ia menjelaskan, vaksin yang diberikan dalam program tersebut meliputi campak-rubela (MR), difteri-tetanus (DT), tetanus-difteri (Td), serta human papillomavirus (HPV).

Menurutnya, total sasaran program BIAS di Kabupaten Sampang mencapai 46.509 anak. Jenis vaksin yang diberikan disesuaikan dengan kelompok atau jenjang kelas masing-masing anak.
“Misalnya kelas I, maka diberikan vaksin MR dan DT,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan tersebut dilakukan di tengah adanya temuan sejumlah kasus yang masuk dalam kategori suspek penyakit menular di wilayah Sampang.

Berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas, hingga Juli 2026 tercatat 201 anak berstatus suspek campak.
Selain itu, terdapat sembilan anak yang dilaporkan mengalami acute flaccid paralysis (AFP), tujuh anak berstatus suspek difteri, serta dua anak suspek pertusis.

Dinkes-KB Sampang juga menemukan satu anak yang dinyatakan positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Temuan adanya anak yang positif campak ini di Kecamatan Kota Sampang dan saat ini yang bersangkutan telah mendapatkan perawatan khusus dari tenaga kesehatan puskesmas setempat,” kata Laili.

Pemkab Sampang melalui Dinkes-KB pun terus melakukan pemantauan dan penguatan imunisasi sebagai langkah untuk menekan risiko penularan, khususnya di lingkungan sekolah yang menjadi salah satu lokasi interaksi anak dengan intensitas tinggi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.