Cargill Perkuat Pangan, Stunting Jatim Disorot

oleh -68 Dilihat
oleh
Cargill Perkuat Pangan, Stunting Jatim Disorot
Dua orang perempuan yang tergabung dalam laskar stunting di Kecamatan Manyar Gresik melakukan demo masak makanan bergizi
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Upaya menekan angka stunting dan krisis gizi di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, perusahaan agribisnis global Cargill memperluas intervensi sosial melalui program kesehatan, gizi, air bersih, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan riset Resilient Food Systems Index (RFSI) dari Economist Impact yang didukung Cargill, Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66,52. Data tersebut menunjukkan akses pangan dan nutrisi masyarakat relatif terjangkau, namun persoalan ketahanan sistem pangan dan distribusi nutrisi dinilai masih menjadi pekerjaan besar.

Director Plant Management Food Southeast Asia, Australia and New Zealand Cargill, Yusuf Ronzy, menegaskan penguatan sistem pangan tidak cukup hanya melalui produksi pangan, tetapi juga membutuhkan intervensi langsung terhadap persoalan gizi masyarakat.

“Di Cargill, kami percaya akses terhadap gizi merupakan hal mendasar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan membangun sistem pangan yang tangguh,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Di Kabupaten Gresik, perusahaan tersebut menjalankan program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar dengan melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, organisasi masyarakat, dan perangkat desa di enam wilayah.

Program itu menyasar edukasi kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga deteksi dini risiko stunting. Sejumlah kader kesehatan desa juga mendapat pelatihan khusus untuk mendampingi keluarga dalam memahami kebutuhan gizi anak.

Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kelas parenting, hingga edukasi pencegahan anemia pada remaja putri digencarkan melalui sosialisasi langsung dan media pembelajaran interaktif.

Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Kecamatan Manyar, Nur Cholilah, menyebut keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan stunting di tingkat desa.

“Kami ikut mendukung kelas menyusui, parenting Posyandu, hingga rembuk cegah stunting agar masyarakat bisa mengenali masalah dan menentukan langkah penanganan di desa,” katanya.

Sementara di Kabupaten Pasuruan, Cargill memperluas dukungan melalui layanan kesehatan masyarakat, pembangunan akses air bersih, dan penguatan UMKM perempuan.

Melalui kerja sama dengan puskesmas serta pemerintah desa, klinik kesehatan masyarakat yang didukung perusahaan tersebut melayani ratusan warga setiap bulan dengan fasilitas konsultasi medis, pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, hingga rujukan lanjutan.

Program pemantauan kesehatan juga menyasar bayi, ibu hamil, remaja, hingga lansia di sejumlah dusun dengan total penerima manfaat mencapai ratusan warga.

Di sektor infrastruktur dasar, perusahaan itu membangun tujuh sumur dalam yang kini dimanfaatkan lebih dari 10 ribu warga Pasuruan guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, Sudarti, mengaku dukungan pelatihan dan pendampingan usaha membuat pelaku UMKM lokal lebih siap bersaing di pasar digital.

“Pelatihan digital marketing, pengurusan legalitas, hingga pengembangan kemasan sangat membantu UMKM agar lebih siap bersaing,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, Cargill menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui peningkatan akses gizi, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, serta pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

(Red−Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.