Cak Tessy Kenang Perjuangan Andie Peci di Masa Dualisme

oleh -32 Dilihat
oleh
Cak-Tessy-Kenang-Perjuangan-Andie-Peci-di-Masa-Dualisme
Cak Tessy (kopiah hijau) hadir mengantar kepergian Andie Peci, sahabat sekaligus rekan seperjuangannya di tribun Persebaya.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Kepergian pentolan Bonek, Andie Kristiantono atau yang dikenal sebagai Andie Peci, memunculkan duka mendalam di kalangan suporter Persebaya. Salah satu sahabat dekatnya, Heri Agus Supriyanto atau Cak Tessy, memilih meninggalkan pekerjaannya untuk menghadiri prosesi pemakaman dan memberikan penghormatan terakhir di Kota Madiun. Jum’at (10/07/26).

Dirigen Tribun Kidul Surabaya itu datang langsung dari Surabaya dan mengikuti seluruh rangkaian pemakaman hingga mengantar jenazah ke liang lahat. Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan kepada sosok yang telah dikenalnya sejak 2010 dan dinilai memiliki dedikasi besar terhadap Persebaya maupun komunitas Bonek.

“Almarhum memang orang baik. Saya mulai dekat sejak tahun 2010 bersama Mas Sinyo. Meski baru kenal, beliau langsung enak diajak ngobrol. Sampai sekarang saya tidak pernah lupa kebaikannya. Kami juga masih sering chatting dan telepon,” ujar Cak Tessy.

Ia mengungkapkan, komunikasi terakhir dengan Andie Peci terjadi setelah almarhum menjalani perawatan di rumah sakit. Saat itu, Cak Tessy berencana menjenguk, namun rencana tersebut belum sempat terlaksana hingga akhirnya menerima kabar duka.

“Saya bilang, ‘Cak, sepurane belum sempat lihat sampeyan di rumah sakit. Insyaallah nanti saya main ke rumah.’ Beliau menjawab, ‘Wis To, sehat-sehat.’ Saya balas, ‘Sehat juga Cak, semoga cepat sembuh.’ Ternyata itu menjadi komunikasi terakhir kami,” kenangnya.

Bagi Cak Tessy, Andie Peci bukan sekadar rekan di tribun, melainkan sahabat seperjuangan yang pernah bersama-sama mengawal aspirasi penyelamatan Persebaya saat klub menghadapi masa dualisme. Momentum tersebut menjadi salah satu catatan penting yang masih membekas dalam ingatannya.

“Kenangan paling berkesan waktu kami demo di Jakarta saat dualisme. Saya, Mas Andy, dan Mas Hamim sama-sama berjuang di sana. Mas Andy itu orang terbaik. Pertemuan terakhir kami juga belum lama ini saat mengawal Persebaya bertanding di Jogja,” katanya.

Kabar meninggalnya Andie Peci diterima Cak Tessy sekitar pukul 11.20 WIB saat sedang bekerja. Ia kemudian meminta izin kepada manajemen perusahaan agar dapat segera berangkat menuju rumah duka di Madiun.

“Baru masuk kerja, tiba-tiba dapat kabar Mas Andy meninggal dunia. Saya langsung izin ke Mas Roy, Pak GM, dan Mas Rio untuk melayat. Alhamdulillah diizinkan, saya langsung berangkat ke Madiun,” tuturnya.

Setibanya di rumah duka, Cak Tessy mengaku mendapat kesempatan melihat wajah almarhum untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Ia juga ikut turun ke liang lahat sebagai bentuk penghormatan kepada sahabat yang selama ini dikenal aktif mendampingi perjalanan Persebaya bersama komunitas suporter.

“Saya belum sempat menjenguk sejak beliau sakit. Hari ini justru menjadi pertemuan terakhir kami. Orang tuanya membukakan kain kafan sehingga saya bisa melihat wajah beliau. Alhamdulillah saya juga diberi kesempatan turun ke liang lahat sebagai penghormatan terakhir untuk Mas Andy,” ucapnya.

Andie Peci dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelapa Sari, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, berdampingan dengan makam ayahnya. Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat dari berbagai daerah yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh Bonek yang dikenal memiliki peran dalam perjalanan komunitas suporter Persebaya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.