PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Business Day 2026 yang digelar di Pasuruan Creative Center (PCC), Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan buyers dari sektor perbankan dan dunia usaha untuk membuka peluang kerja sama serta memperluas jejaring pasar.
Business Day digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan. Kegiatan dibuka Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori dan diarahkan tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, tetapi menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dengan calon pembeli maupun mitra bisnis.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony mengatakan terdapat 16 UMKM yang secara khusus diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka dinilai telah memiliki kemampuan membangun citra usaha dan menghasilkan produk yang dinilai siap dipasarkan dengan kualitas baik.
Menurut Ghony, para peserta juga merupakan finalis UMKM Awards Kabupaten Pasuruan 2026 yang nantinya memperoleh apresiasi dari Bupati Pasuruan. Produk yang dibawa peserta disebut telah memiliki pangsa pasar masing-masing.
Yang menjadi titik penting kegiatan ini adalah pertemuan langsung antara UMKM dan buyers. Ghony menyebut peserta diberikan ruang untuk berinteraksi dan melakukan transaksi sesuai kebutuhan serta kesepakatan masing-masing.
“Kami bebaskan untuk berinteraksi sendiri, silakan bertransaksi sesuai keinginan dan harapan UMKM maupun buyers sendiri. Intinya kami sangat excited untuk memfasilitasinya,” ujar Ghony.
Dari sisi kebijakan, Business Day menunjukkan upaya Pemkab Pasuruan menggeser pola pembinaan UMKM dari sekadar peningkatan produksi menuju penguatan pasar dan jejaring usaha. Tantangannya, keberhasilan program tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi harus terlihat dari tindak lanjut berupa transaksi, kemitraan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menekankan pelaku UMKM tidak boleh hanya berorientasi menghasilkan produk. Pelaku usaha juga dituntut membangun merek, meningkatkan kualitas, melakukan inovasi, serta memanfaatkan teknologi digital.
“Melalui business day ini saya mendorong agar terjadi lebih banyak business matching dan kolaborasi nyata antara UMKM dengan perbankan, perusahaan besar, marketplace maupun mitra usaha lainnya,” kata Shobih.
Pemkab Pasuruan juga menyatakan komitmennya membangun ekosistem UMKM melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi perizinan hingga penguatan pemasaran. Target akhirnya adalah membuat produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Business Day 2026 kemudian ditutup dengan pembekalan materi bisnis dari Prof. Dr. Eric Harianto dari Universitas Ciputra Surabaya kepada para peserta.
Program tersebut sekaligus menjadi ujian lanjutan bagi UMKM Pasuruan: sejauh mana pertemuan dengan buyers mampu berubah menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan dan bukan sekadar agenda seremonial.
(Red-Garudasatunews)















