Bupati Sidoarjo Perintahkan Lima Alat Berat Turun

oleh -49 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo Perintahkan Lima Alat Berat Turun
Bupati Sidoarjo Subandi meminta lima alat berat segera dikerahkan untuk normalisasi sungai. Saat ini baru tiga ekskavator yang beroperasi di Sungai Gedangrowo, Desa Kedungbanteng, Tanggulangin.
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi meminta lima alat berat segera diturunkan untuk mempercepat normalisasi sungai di wilayah Tanggulangin dan Candi sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan. Permintaan tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) normalisasi Sungai Gedangrowo di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (16/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Subandi mendapati baru tiga unit ekskavator yang telah berada di lokasi untuk mengeruk sedimentasi sungai. Padahal, pemerintah daerah menargetkan lima alat berat dikerahkan agar pekerjaan normalisasi dapat dipercepat sebelum intensitas hujan meningkat.

Subandi kemudian meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) Sidoarjo memastikan seluruh alat berat segera dikirim ke lokasi. Ia menargetkan lima unit tersebut sudah beroperasi untuk memaksimalkan normalisasi sungai.

“Sudah saya telepon dinas PU, kenapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta PU memastikan besok lima alat berat sudah turun semua,” ujar Subandi, Rabu (16/9/2026).

Normalisasi tidak hanya menyasar Sungai Gedangrowo. Pemkab Sidoarjo juga memprioritaskan sejumlah sungai dan saluran air di kawasan Tanggulangin-Candi yang dinilai membutuhkan penanganan, termasuk wilayah Kalidawir yang mengalami pendangkalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Tanggulangin dan Candi merupakan kawasan yang selama ini menghadapi persoalan genangan ketika musim hujan. Pemerintah daerah menargetkan normalisasi dapat dilakukan dari bagian hulu hingga hilir sehingga kapasitas aliran air dapat ditingkatkan.

Selain pengerahan alat berat, Pemkab Sidoarjo menyiapkan Program Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK). Program ini diarahkan untuk menangani saluran atau sungai yang tidak dapat dijangkau alat berat. Camat diminta berkoordinasi dengan Dinas PU BM SDA untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan manual maupun metode lainnya.

Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng. Lahan sekitar 15 hektare diusulkan sebagai lokasi penampungan air. Pemerintah daerah menyebut proses pembebasan lahan ditargetkan dapat dilakukan pada 2027 atau 2028, bergantung pada kesiapan perencanaan dan anggaran.

Rencana tersebut sekaligus dikaitkan dengan persoalan penurunan tanah di kawasan Kedungbanteng. Pemkab Sidoarjo berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengkaji tingkat penurunan tanah secara terukur.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan banjir di kawasan Tanggulangin-Candi tidak hanya diarahkan pada pengerukan sungai. Pemerintah daerah juga menyiapkan kombinasi normalisasi saluran, penanganan titik yang tidak terjangkau alat berat, hingga rencana penampungan air.

Namun, efektivitas langkah tersebut bergantung pada kecepatan pengerahan seluruh alat berat, cakupan normalisasi, serta keberlanjutan pemeliharaan saluran dari hulu hingga hilir sebelum musim hujan berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.