Bupati Rusdi Paparkan Keunggulan Genom Sapi Grati

oleh -20 Dilihat
oleh
Bupati Rusdi Paparkan Keunggulan Genom Sapi Grati
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memaparkan keunggulan Genom Sapi Grati saat menerima kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto di KUTT Sukamakmur.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/9/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan memaparkan potensi Genom Sapi Grati sebagai salah satu kekayaan genetik lokal untuk pengembangan sapi perah di wilayah dataran rendah.

Rombongan Komisi IV DPR RI dipimpin Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Kedatangan rombongan disambut Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sutejo bersama Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin dan sejumlah pihak terkait.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau aktivitas peternakan dan produksi susu segar sekaligus berdialog dengan peternak, koperasi dan pelaku industri persusuan. Salah satu perhatian utama ialah upaya meningkatkan produksi susu dalam negeri di tengah masih tingginya kebutuhan pasokan nasional.

Bupati Rusdi menjelaskan, Genom Sapi Grati memiliki karakteristik yang dinilai berbeda dari sapi perah impor yang umumnya dikembangkan di wilayah dataran tinggi. Menurutnya, sapi tersebut mampu beradaptasi di kawasan Grati yang berada di dataran rendah dengan suhu relatif lebih hangat.

Rusdi juga menyebut Genom Sapi Grati memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan panas, relatif tahan terhadap penyakit serta membutuhkan asupan pakan yang lebih sedikit namun tetap berpotensi menghasilkan susu dalam jumlah tinggi.

“Di sini ada sapi yang cuma ada di Kabupaten Pasuruan, yaitu Genom Sapi Grati. Sekarang masih tahap proses kita kembangbiakkan,” ujar Rusdi sebagaimana diberitakan sejumlah sumber.

Dari sisi pengembangan, penelitian dan pemetaan genom tersebut disebut telah selesai. Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini melanjutkan proses perlindungan kekayaan intelektual atau HAKI terhadap hasil pengembangan tersebut.

Pemkab Pasuruan untuk sementara memprioritaskan pengembangbiakan Genom Sapi Grati di wilayah Grati dan Nguling. Namun, pemerintah daerah membuka peluang pemanfaatannya di kabupaten atau kota lain apabila hasil penelitian dan pengembangan telah semakin matang.

Langkah tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperkuat produksi susu nasional. Dalam kunjungan itu, pemerintah menyampaikan bahwa produksi susu dalam negeri saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sehingga peningkatan populasi sapi perah harus dibarengi dengan kesiapan pakan, kesehatan hewan, pembiayaan dan kepastian penyerapan susu.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi lokal. Menurutnya, penambahan populasi sapi perah tidak cukup apabila tidak disertai ketersediaan lahan hijauan dan pakan yang memadai bagi peternak.

KUTT Suka Makmur sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem persusuan Kabupaten Pasuruan. Koperasi tersebut menaungi ribuan peternak dan menjalankan dukungan mulai dari penyediaan pakan, layanan kesehatan hewan hingga pengembangan produk olahan susu.

Dengan demikian, pengembangan Genom Sapi Grati tidak hanya menyangkut aspek genetika ternak, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan usaha peternak, penguatan koperasi, ketersediaan pakan, industri pengolahan dan agenda peningkatan produksi susu nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.