Bukan Tempat “Gaya-gayaan”, Ormas di Bluto Dituntut Jangan Cuma Punya Struktur, Tapi Sepi Aksi!

oleh -54 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, didorong untuk tidak sekadar menjalankan agenda seremonial, tetapi turut mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Bluto, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato.”

Camat Bluto, Fajar Hidayat, menyoroti posisi strategis ormas yang bersentuhan langsung dengan warga. Menurutnya, kedekatan tersebut menjadikan ormas sebagai garda terdepan dalam memitigasi potensi konflik di tingkat akar rumput.

“Ormas jangan hanya hadir saat agenda seremonial. Kehadirannya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan bersama,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, dinamika sosial dan perbedaan pandangan termasuk pilihan politik merupakan hal yang lumrah. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak merusak hubungan kekeluargaan maupun silaturahmi. Ia juga menekankan pentingnya mengimplementasikan falsafah Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato sebagai pedoman penghormatan, kepatuhan, dan tanggung jawab sosial.

Selain isu harmoni sosial, forum tersebut juga menaruh perhatian serius pada ancaman penyalahgunaan narkotika yang mengintai generasi muda, termasuk modus baru melalui perangkat vape. Edukasi dan pengawasan ketat dinilai perlu diperkuat agar membendung peredaran zat berbahaya tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Sumenep, Edy Suprayitno, menegaskan bahwa ormas memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Menjaga kondusivitas wilayah, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dan elemen masyarakat sipil.

“Ketika ada persoalan, jangan memperbesar perbedaan. Ormas harus hadir mencari titik temu dan membangun komunikasi yang sehat,” tutur Edy.

Edy berharap ajaran Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato yang mengajarkan penghormatan kepada orang tua, guru, pemimpin, serta sesama dapat terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari. Ia mengimbau agar sosialisasi ini ditindaklanjuti dengan aksi konkret, seperti kegiatan edukasi dan pengawasan sosial demi terciptanya ketenteraman warga. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.