Buka Puasa Lintas Iman Teguhkan Harapan Kebangsaan

oleh -122 Dilihat
oleh
Buka Puasa Lintas Iman Teguhkan Harapan Kebangsaan
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. dalam buka Puasa bersama di GKJW Sidoarjo, Jumat (27/2/2026).
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id Ratusan warga lintas agama menghadiri buka puasa bersama yang digelar komunitas Gusdurian di Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Sidoarjo, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam merawat toleransi di bulan Ramadan.

Peserta yang terdiri dari jemaat gereja, tokoh masyarakat, anggota DPRD, Forkopimda, pengemudi ojek daring, hingga warga Desa Sidoklumpuk duduk bersama menanti azan magrib. Hujan deras yang sempat mengguyur wilayah Sidoarjo tidak mengurangi antusiasme kehadiran warga.

Tuan rumah kegiatan menyampaikan bahwa gereja bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan dan harapan bagi masyarakat yang beragam. Kegiatan lintas iman ini dinilai menjadi simbol perjumpaan yang memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Selain itu, kegiatan berlangsung bertepatan dengan masa Pra-Paskah umat Kristen yang juga menjalani puasa selama 40 hari. Momentum tersebut disebut menjadi kesempatan bersama untuk melatih pengendalian diri dan mempererat solidaritas sosial antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Shinta Nuriyah menegaskan bahwa puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai latihan mengendalikan hawa nafsu, termasuk amarah dan dorongan untuk saling meniadakan.

Menurutnya, di tengah situasi bangsa yang menghadapi berbagai bencana dan dinamika demokrasi, masyarakat sipil memiliki tanggung jawab menjaga ruang publik tetap sehat dengan nilai kesabaran, empati, dan keadaban.

Ia menilai kebersamaan lintas iman yang berlangsung di lingkungan gereja justru mencerminkan jati diri Indonesia yang menghargai perbedaan. Kebiasaan duduk bersama, berbagi makanan, dan saling menghormati disebut sebagai tanda kuat bahwa persatuan masih terjaga.

Saat azan magrib berkumandang dari masjid yang berada tidak jauh dari lokasi, peserta muslim membatalkan puasa, sementara peserta nonmuslim tetap mendampingi dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan.

Panitia menjelaskan kegiatan buka puasa lintas iman ini merupakan agenda rutin yang digelar bergiliran di berbagai daerah Jawa Timur. Tahun ini, Sidoarjo menjadi tuan rumah dengan jumlah peserta melampaui kapasitas gedung sekitar 800 orang.

Tradisi tahunan tersebut dilaksanakan berpindah lokasi, mulai dari gereja hingga kelenteng, dengan tujuan merawat toleransi beragama serta memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi penegasan bahwa harmoni tidak berhenti pada slogan, tetapi tumbuh dari kesediaan warga untuk saling menghormati dan menjaga persatuan dalam perbedaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.