Buka Akses Modal Perbankan, Pemkab Pamekasan Targetkan Industri Perikanan Naik Kelas. 

oleh -42 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, bergerak cepat mengatasi kendala permodalan yang kerap mencekik para pembudidaya ikan lokal. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan), pemerintah daerah menggelar program pembinaan intensif guna membuka akses pembiayaan perbankan sekaligus memberikan proteksi ketenagakerjaan bagi para petambak.

 

 

​Kepala Diskan Pamekasan, Abdul Fata, mengungkapkan bahwa langkah taktis ini diambil setelah pihaknya menemukan banyak pembudidaya yang mandek berkembang akibat keterbatasan modal.

​”Kami memandang perlu melakukan intervensi ini. Berdasarkan serap informasi dan pantauan langsung di lapangan, sebagian besar pembudidaya ikan di Pamekasan masih kesulitan mengakses modal usaha,” ujar Abdul Fata, Minggu, 28/06.

 

 

​Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) :

​Untuk membedah sumbatan tersebut, Diskan Pamekasan menerjunkan tim khusus dari Bidang Perikanan Budidaya. Tim ini bertugas mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini, program stimulus modal dari pemerintah tersebut dinilai belum terserap optimal di sektor perikanan.

​”Memang selama ini mayoritas pemanfaat KUR didominasi oleh sektor perdagangan. Sangat sedikit pembudidaya ikan yang menyentuh program ini. Padahal, regulasinya jelas bahwa KUR berlaku untuk semua jenis usaha, termasuk sektor perikanan,” urai Fata.

 

 

​Menyasar Sentra Budidaya dan Integrasi BPJS Ketenagakerjaan :

​Sosialisasi ini dilakukan secara maraton ke berbagai sentra budidaya perikanan di Bumi Gerbang Salam. Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama di antaranya :

– ​Kecamatan Batumarmar: Khususnya para pembudidaya di Desa Tamberu.

– ​Kecamatan Pademawu: Berpusat di Desa Padelegan.

 

 

​Menariknya, Diskan Pamekasan tidak hanya sekadar menjembatani urusan modal. Dalam program ini, mereka juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong para petambak masuk dalam program perlindungan sosial.

​Integrasi ini bukan tanpa alasan. Selain memberikan rasa aman saat bekerja, kepesertaan jaminan sosial kini menjadi salah satu variabel dan prasyarat penting agar pelaku usaha dinilai layak (bankable) oleh pihak perbankan saat mengajukan pinjaman.

 

 

​Komitmen Mendorong Kesejahteraan :

​Langkah holistik ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi produktivitas sektor perikanan budidaya di Pamekasan yang saat ini memiliki potensi besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pamekasan telah menyentuh angka 1.113,844 ton per tahun, dengan komoditas unggulan seperti: ​Ikan Lele, ​Ikan Nila, ​Ikan Gurame, dan ​Udang.

 

 

​”Melalui pendampingan, fasilitasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan di Pamekasan,” pungkas Abdul Fata.(red-gsn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.