Brankas dan 14 HP Koperasi Digondol Siang Hari

oleh -27 Dilihat
oleh
Brankas dan 14 HP Koperasi Digondol Siang Hari
Petugas melakukan olah TKP di kantor Koperasi Mekar yang menjadi sasaran pencurian.
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Aksi pencurian berani terjadi di kantor Koperasi Mekar, Desa Tiron, Kabupaten Madiun, pada Jumat (27/3/2026) siang. Pelaku memanfaatkan kelengahan pengawasan saat kantor dalam kondisi sepi untuk menggondol brankas dan belasan unit handphone, menimbulkan pertanyaan serius soal sistem keamanan internal.

Peristiwa ini baru terungkap sehari kemudian, Sabtu (28/3/2026) malam, ketika karyawan mendapati kondisi kantor sudah dalam keadaan berantakan. Sejumlah aset penting koperasi dilaporkan hilang tanpa jejak, menunjukkan aksi yang terencana dan terukur.

Hasil inventarisasi menunjukkan pelaku membawa kabur satu unit brankas berisi uang tunai sekitar Rp1,2 juta serta 14 unit handphone. Total kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah, namun nilai tersebut dinilai belum mencerminkan potensi kerugian non-materi akibat lemahnya sistem pengamanan.

Rekaman CCTV mengungkap keberadaan dua orang pelaku yang masuk ke area kantor dengan mengenakan topi dan masker untuk menyamarkan identitas. Meski demikian, kualitas visual yang terbatas membuat identifikasi pelaku belum dapat dilakukan secara maksimal.

Karyawan koperasi, Syarif Hidayatulloh, menyebut jumlah pelaku kemungkinan lebih dari dua orang. Dugaan ini muncul karena barang yang dibawa, terutama brankas, memiliki bobot berat dan sulit dipindahkan hanya oleh dua orang dalam waktu singkat.

Fakta lain yang menguatkan dugaan kelalaian adalah tidak adanya pengawasan saat kejadian berlangsung. Petugas piket diketahui meninggalkan lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, menciptakan celah yang dimanfaatkan pelaku untuk beraksi tanpa hambatan.

Aksi pencurian di siang bolong ini mengejutkan pengurus koperasi, mengingat wilayah tersebut selama ini dikenal relatif aman. Namun, kejadian ini justru mengungkap potensi kerentanan sistem keamanan di lingkungan yang selama ini dianggap minim risiko.

Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian. Tim dari Polres Madiun bersama Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV yang menjadi kunci awal penyelidikan.

Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan adanya jaringan pelaku. Proses penyelidikan terus berjalan, sementara celah keamanan yang terungkap dalam kasus ini menjadi sorotan yang tidak bisa diabaikan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.