Brace Mena Bungkam Deltras, VAR Picu Kontroversi

oleh -25 Dilihat
oleh
Brace Mena Bungkam Deltras, VAR Picu Kontroversi
Jhon Mena berama rekan satu timnya, merayakan gol keduanya dalam laga kontra Deltras FC, yang sekaligus mengantarkan Persela meraih kemanangan. (Foto: Persela)
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Persela Lamongan membawa pulang tiga poin dari Stadion Delta Sidoarjo usai menaklukkan Deltras FC dengan skor 1-2 dalam laga Derby Jatim yang sarat kontroversi, Minggu (5/4/2026).

Sejak menit awal, pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Deltras langsung unggul cepat pada menit ke-8 melalui gol bunuh diri pemain Persela, Yoga Pratama, yang gagal mengantisipasi umpan Rian Almeida Lopes sehingga bola berbelok masuk ke gawang sendiri.

Persela sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-11 lewat sepakan Jhon Mena. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah VAR mendeteksi posisi offside dalam proses build-up serangan. Keputusan ini memicu protes dari kubu Persela yang merasa dirugikan.

Tekanan terus dilancarkan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Peluang emas didapat melalui Luan yang menerima umpan tarik dari Jhon Mena, tetapi penyelesaiannya masih melebar tipis. Hingga babak pertama berakhir, Deltras tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Bima Sakti melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Sadewa menggantikan Nauval. Langkah ini terbukti efektif. Baru tiga menit berjalan, tepatnya menit ke-48, Jhon Mena berhasil menyamakan kedudukan lewat tembakan akurat yang tak mampu dihalau kiper Deltras.

Persela kembali mencetak gol pada menit ke-61 melalui sundulan Luan Sergio. Namun, untuk kedua kalinya, VAR membatalkan gol tersebut karena dinilai berada dalam posisi offside. Keputusan ini semakin menambah tensi pertandingan dan memunculkan tanda tanya terkait konsistensi penggunaan teknologi VAR.

Puncak drama terjadi di menit ke-89. Jhon Mena akhirnya memastikan kemenangan Persela setelah sukses memaksimalkan umpan matang dari Adam Malik. Gol ini sekaligus menegaskan peran vitalnya dalam kemenangan tim tamu.

Usai laga, Bima Sakti mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang tetap fokus meski diwarnai keputusan kontroversial. Ia menilai kemenangan ini penting sebagai modal menghadapi laga berikutnya.

Di sisi lain, pelatih Deltras, Nurul Huda, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas kekalahan yang kembali dialami timnya. Hasil ini memperpanjang tren negatif Deltras menjadi lima kekalahan beruntun, mempertegas krisis performa yang belum terpecahkan.

Meski hasil pertandingan tidak mengubah posisi klasemen sementara Grup 2 Championship, sorotan tajam tertuju pada keputusan-keputusan krusial sepanjang laga yang dinilai memengaruhi jalannya pertandingan. Persela tetap di peringkat lima dengan 36 poin, sementara Deltras tertahan di posisi enam dengan 33 poin.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.