BPBD Mojokerto Waspadai Ancaman Kebakaran Lahan

oleh -17 Dilihat
oleh
BPBD Mojokerto Waspadai Ancaman Kebakaran Lahan
Kalak BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin bersama kedua warga yang terjebak luapan sungai dan relawan. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang mulai mengintai seiring berlangsungnya musim kemarau. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca kering, suhu udara yang tinggi, serta aktivitas manusia yang berpotensi memicu munculnya titik api.

BPBD menilai ancaman kebakaran lahan pada musim kemarau tidak dapat dianggap remeh. Selain berpotensi merusak lingkungan, kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan kerugian ekonomi, hingga membahayakan keselamatan warga apabila api meluas ke kawasan permukiman atau area produktif.

Data dan catatan kebencanaan menunjukkan Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah yang memiliki ancaman kebakaran hutan dan lahan, selain risiko bencana lain seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi tersebut membuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendesak selama musim kemarau berlangsung.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya kebakaran lahan yang sulit dikendalikan ketika vegetasi dalam kondisi kering. Imbauan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan potensi karhutla yang diperkirakan meningkat selama puncak musim kemarau.

Dari sudut pandang mitigasi bencana, kewaspadaan dini menjadi faktor penting. BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait telah memperkuat koordinasi untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem penanganan apabila terjadi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan agar titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Sementara itu, dari sisi lingkungan, kebakaran lahan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang berupa kerusakan ekosistem, menurunnya kualitas udara, serta gangguan kesehatan masyarakat akibat asap. Karena itu, partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan.

Catatan BNPB juga menunjukkan kebakaran lahan pernah terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto saat musim kemarau, termasuk kejadian yang menghanguskan lahan di kawasan Kecamatan Trowulan. Fakta tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran bukan sekadar potensi, melainkan risiko nyata yang dapat berulang apabila kewaspadaan masyarakat menurun.

BPBD berharap masyarakat segera melaporkan kepada aparat desa, petugas pemadam kebakaran, atau BPBD apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pelaporan cepat dinilai dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran ke area yang lebih luas.

Dengan meningkatnya intensitas musim kemarau di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto, pemerintah daerah menegaskan bahwa pencegahan kebakaran lahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka menjadi langkah paling efektif dalam menekan risiko bencana selama musim kemarau berlangsung.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.