BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mulai menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, menyusul menurunnya debit air di sejumlah dusun akibat dampak kemarau yang mulai meluas.
Pada Senin (11/5/2026), BPBD menerjunkan dua unit truk tangki dengan total kapasitas 10 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di tiga dusun terdampak, yakni Dusun Banteng Lor, Dusun Banteng Dukbetoh, dan Dusun Sumberwaru.
Data lapangan menunjukkan sebanyak 560 kepala keluarga terdampak krisis air bersih. Rinciannya, 172 KK di Dusun Banteng Lor, 208 KK di Dusun Banteng Dukbetoh, dan 180 KK di Dusun Sumberwaru.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengakui Desa Klekean masuk dalam wilayah prioritas penanganan kekeringan setelah BPBD melakukan pemetaan daerah rawan terdampak musim kemarau.
“Untuk hari ini prioritas distribusi air bersih difokuskan ke Desa Klekean karena kebutuhan warga mulai mendesak,” ujar Kristanto.
BPBD juga menginstruksikan personel lapangan agar mempercepat distribusi bantuan dan memastikan penyaluran dilakukan merata dengan melibatkan aparat desa serta Babinsa setempat.
Menurut Kristanto, koordinasi lintas unsur diperlukan untuk mencegah persoalan distribusi di lapangan sekaligus memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan akses air bersih.
BPBD Bondowoso mengingatkan masyarakat mulai menghemat penggunaan air di tengah ancaman kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat langkah mitigasi agar krisis air tidak meluas ke wilayah lain di Kabupaten Bondowoso.
(Red-Garudasatunews)















