Bocah SD Kediri Terluka Racik Petasan

oleh -39 Dilihat
oleh
Bocah SD Kediri Terluka Racik Petasan
Nasib nahas menimpa seorang pelajar sekolah dasar berinisial R (12) asal Dusun Bendorejo, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Seorang pelajar sekolah dasar berinisial R (12), warga Dusun Bendorejo, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar akibat ledakan petasan rakitan, Sabtu (25/4/2026) malam. Insiden ini mengungkap lemahnya pengawasan terhadap akses bahan berbahaya oleh anak di bawah umur.

Peristiwa bermula dari laporan warga terkait suara ledakan sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, saat petugas Polsek Wates mendatangi lokasi, tidak ditemukan indikasi kejadian mencurigakan. Kasus baru terkuak beberapa jam kemudian, saat patroli rutin aparat kembali menerima laporan serupa yang mengarah pada adanya korban yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Simpang Lima Gumul.

Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto, menyatakan pihaknya melakukan penelusuran dari rumah sakit hingga akhirnya mengarah ke lokasi kejadian di Bendorejo. Dari hasil penyelidikan, diketahui korban bersama dua rekannya merakit petasan secara mandiri menggunakan bahan kimia berbahaya yang diperoleh melalui pembelian daring.

“Dari penelusuran korban di rumah sakit, kami berhasil mengidentifikasi lokasi dan kronologi kejadian yang mengarah pada aktivitas perakitan bahan peledak oleh anak-anak,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ketiga anak tersebut diduga mencampur bahan seperti kalium klorat, sulfur, dan nitrat dalam wadah plastik kecil. Percobaan awal tidak menghasilkan ledakan signifikan. Namun, pada percobaan berikutnya, mereka menambahkan sisa bubuk petasan lama yang justru memicu reaksi berbahaya.

Percikan api diduga menyambar campuran bahan lain di sekitar lokasi, sehingga memicu ledakan yang melukai korban. R mengalami luka bakar di bagian tangan kiri dan ketiak, meskipun kondisinya dilaporkan stabil.

Pihak kepolisian menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian serius, baik dari sisi pengawasan orang tua maupun kemudahan akses pembelian bahan kimia berbahaya secara online. Fakta bahwa anak-anak dapat memperoleh bahan peledak tanpa kontrol menjadi perhatian serius aparat.

Sejumlah barang bukti berupa sisa bahan peledak telah diamankan dari lokasi kejadian. Mengingat seluruh pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri untuk proses lebih lanjut.

Polisi juga mengeluarkan peringatan keras kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan internet dan pembelian barang berisiko tinggi.

Kasus ini menambah deretan insiden serupa di wilayah Kediri, sekaligus menjadi alarm bagi semua pihak terkait potensi bahaya penyalahgunaan bahan peledak oleh anak di bawah umur yang kian mudah diakses tanpa pengawasan ketat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.