BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Malang Raya

oleh -20 Dilihat
oleh
BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem Malang Raya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada hari Jumat, 10 April 2026, yang mencakup wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca tidak stabil di wilayah Malang Raya pada Jumat, 10 April 2026. Sejumlah kawasan dilaporkan berpotensi mengalami hujan disertai petir hingga kabut tebal dalam rentang waktu tertentu.

Di Kota Malang, kondisi cuaca sejak pagi didominasi langit berawan yang merata di lima kecamatan. Situasi ini diperkirakan bertahan hingga siang hari, dengan potensi hujan ringan muncul terbatas di wilayah Kedungkandang sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Meski terkesan ringan, pola cuaca stagnan ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas warga karena minimnya pergerakan udara.

Memasuki malam hingga dini hari, cuaca di Kota Malang diprakirakan tetap berawan dengan suhu berkisar 21 hingga 29 derajat Celsius. Tidak adanya perubahan signifikan menunjukkan kondisi atmosfer yang cenderung stabil, namun tetap perlu diwaspadai terhadap perubahan mendadak.

Berbeda dengan kota, wilayah Kabupaten Malang menunjukkan dinamika cuaca yang lebih fluktuatif. Menjelang siang, sejumlah titik diprediksi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, bahkan disertai petir di wilayah Pujon. Sementara Karangploso dan Singosari diperkirakan hanya mengalami hujan ringan.

Fenomena lanjutan berupa kabut diprakirakan muncul pada sore hari di sejumlah wilayah seperti Ampelgading, Poncokusumo, hingga Turen. Kondisi ini berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi, terutama di jalur rawan kecelakaan.

Kota Batu menjadi wilayah dengan potensi cuaca paling ekstrem. Hujan ringan diprediksi mulai turun sejak pukul 10.00 WIB, kemudian meningkat menjadi hujan petir merata di Batu, Bumiaji, dan Junrejo pada rentang pukul 11.00 hingga 13.00 WIB. Intensitas ini menandakan adanya peningkatan aktivitas awan konvektif yang signifikan.

Selain hujan petir, ancaman kabut tebal juga diperkirakan menyelimuti Kota Batu pada sore hari. Suhu udara yang turun hingga 18 derajat Celsius memperkuat indikasi terbentuknya kondisi lembap ekstrem yang dapat berdampak pada kesehatan dan mobilitas warga.

Secara umum, pola cuaca di Malang Raya menunjukkan ketidakstabilan atmosfer yang perlu diwaspadai. BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir, kabut, serta perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.