BKP Kedungadem Dikukuhkan, Polisi Soroti Konflik Lama

oleh -47 Dilihat
oleh
BKP Kedungadem Dikukuhkan, Polisi Soroti Konflik Lama
Pengukuhan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) tingkat desa se-Kecamatan Kedungadem di Balai Desa Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (19/5/2026). [Foto : dok Polres Bojonegoro]
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Polres Bojonegoro memperkuat langkah pengendalian potensi konflik sosial antarperguruan silat melalui pelantikan dan pengukuhan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) tingkat desa se-Kecamatan Kedungadem di Balai Desa Kedungadem, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi itu dihadiri anggota DPRD Bojonegoro, pejabat utama Polres, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam), kepala desa, tokoh masyarakat, hingga pengurus BKP.

Dalam forum tersebut, Kapolres menegaskan pembentukan BKP tingkat desa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan wilayah yang selama ini dinilai rawan gesekan sosial antarperguruan silat.

“Pelantikan dan pengukuhan BKP tingkat desa se-Kecamatan Kedungadem ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi dalam sambutannya.

Kapolres juga secara terbuka menyinggung sejarah konflik yang pernah terjadi di wilayah Kedungadem. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa aparat masih memandang potensi benturan sosial antar kelompok sebagai persoalan serius yang harus diantisipasi sejak tingkat desa.

“Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dari sejarah itu kita belajar bagaimana mengatasi, memperbaiki, dan mencari solusi agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Menurut Afrian, BKP dibentuk sebagai wadah pemersatu berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro guna meredam konflik, memperkuat komunikasi antaranggota perguruan, serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Ia menekankan pengawasan keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Keterlibatan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam mencegah potensi kerawanan sosial berkembang menjadi konflik terbuka.

Kapolres memastikan Polres Bojonegoro akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang dinilai berdampak positif terhadap keamanan daerah dan tidak memicu gangguan ketertiban umum.

Sementara itu, Ketua BKP Wahyu Subakdiono menyatakan organisasinya siap menjadi mitra aparat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menegaskan BKP akan mengambil peran aktif untuk mencegah munculnya gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Kedungadem.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.