
JAKARTA, Garudasatunews.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membenahi kualitas pelayanan kesehatan nasional. Kepala Negara meminta antrean BPJS Kesehatan dipangkas secara signifikan serta memastikan tidak ada rumah sakit yang membeda-bedakan pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS.
Instruksi tersebut disampaikan usai rapat terbatas bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Langkah tegas Presiden ini menyulut alokasi suntikan dana pemerintah sebesar Rp 20 triliun yang dikucurkan kepada BPJS Kesehatan. Dengan besarnya dukungan anggaran tersebut, pemerintah menuntut peningkatan layanan nyata bagi masyarakat luas.
”Bapak Presiden menekankan agar antrean BPJS Kesehatan dipangkas dan pelayanan dipercepat. Beliau juga meminta tidak boleh ada pembedaan perlakuan dari rumah sakit kepada pasien BPJS,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin usai pertemuan.
Selain masalah efisiensi antrean dan keadilan layanan, Presiden Prabowo juga meminta kejelasan dari manajemen rumah sakit swasta mengenai komitmen serta implementasi pelayanan mereka terhadap pasien BPJS Kesehatan. (Red-Garudasatunews)











