PACITAN, Garudasatunews.id – Kasus dugaan penyelewengan dana desa di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, memasuki babak baru. Bendahara desa, Erna Setyowati (ER), yang sempat menghilang sejak 11 Desember 2025, kini telah kembali ke rumahnya dan langsung menjadi objek pemeriksaan Inspektorat.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Pacitan, Mahmud, membenarkan pihaknya tengah melakukan klarifikasi dan pendalaman atas laporan resmi Pemerintah Desa Klesem. Namun, hingga kini nilai pasti dugaan kerugian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) belum dapat dipastikan.
“Besaran kerugian APBDes belum bisa disimpulkan karena pemeriksaan masih berjalan,” ujar Mahmud, Kamis (29/1/2026).
Mahmud memastikan ER telah berada di desa dan diperiksa intensif selama dua hari terakhir. Meski demikian, Inspektorat belum membuka hasil pemeriksaan demi menjaga fokus dan independensi tim.
“Sudah dua hari diperiksa. Hasilnya belum bisa kami sampaikan karena proses masih berlangsung,” tegasnya.
Sebelumnya, ER dilaporkan menghilang dan diduga membawa dana desa hingga ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, dana tersebut merupakan anggaran paket pekerjaan desa tahun 2025 pada periode Oktober–Desember. ER juga disebut-sebut terlilit utang dalam jumlah besar.
Kepala Desa Klesem, M. Mangsuri, membenarkan kepulangan ER. Namun, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait status ER, termasuk apakah yang bersangkutan kembali aktif menjalankan tugas sebagai bendahara desa.
Hingga kini, Inspektorat Kabupaten Pacitan terus mengusut kasus tersebut untuk memastikan kronologi, tata kelola keuangan desa, serta potensi kerugian negara yang ditimbulkan.(Red-Garudasatunews)















