Belum Beroperasi, Atap Teras Gedung Kopdes Merah Putih di Bangkalan Sudah Ambruk

oleh -37 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​BANGKALAN, Garudasatunews.id — Proyek pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura, menuai sorotan tajam.

Bangunan yang baru saja rampung dikerjakan beberapa bulan lalu menggunakan anggaran negara tersebut mendadak ambruk pada bagian atap terasnya, Dikutip Kompas.com Senin (25/5/2026).

 

​Mirisnya, fasilitas yang diproyeksikan sebagai pusat ekonomi warga ini sama sekali belum sempat digunakan untuk operasional koperasi.

​Ambruknya atap teras tersebut diduga kuat akibat konstruksi rangka besi yang tidak mampu menyangga beban materiil.

 

Seorang warga setempat berinisial E mengungkapkan bahwa kualitas material yang digunakan disinyalir jauh dari standar kelayakan.

​”Material penyangganya sangat minim, intinya bahannya kurang bagus semua. Baut yang dipasang antara besi dan dinding juga kurang panjang, sehingga tidak bisa menyangga dengan kuat,” ujar E saat dimintai keterangan.

 

​Pekerja Langsung Lakukan Perbaikan :

​Di lokasi kejadian, Abdul Fani, salah seorang pekerja bagian pembesian, mengakui adanya kegagalan struktur tersebut.

 

Menurutnya, proses pemasangan awal sebenarnya berjalan normal, namun struktur bangunan tidak bertahan lama.

​”Kejadiannya tadi pagi. Material yang digunakan untuk mengecor bangunan kurang kuat, sehingga tidak bisa menopang beban atap yang berat,” kata Abdul Fani.

 

​Guna meredam polemik, ia memastikan pihak pekerja langsung mengambil langkah taktis di lapangan. “Langsung kami tindak lanjuti hari ini. Rangkanya akan saya bor lebih dalam agar lebih kokoh. Targetnya kira-kira tiga hari selesai,” imbuhnya.

 

​Secara terpisah, Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, kerusakan tersebut dipicu oleh faktor eksternal dan kondisi alam di sekitar lokasi gedung.

​”Lokasinya berada di pinggir jalan raya, jadi sering terkena getaran kendaraan. Ditambah lagi dengan intensitas hujan dan angin kencang belakangan ini. Saat ini tim teknis kami sudah berada di lokasi untuk penanganan,” jelas Letkol Inf Nanang.

 

​Kendati demikian, Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyayangkan kecerobohan pihak pelaksana, terlebih program Kopdes Merah Putih ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya dikerjakan secara total dan maksimal.

 

​”Sejak awal pemasangan sudah saya ingatkan, kalau materialnya dipaksakan seperti itu pasti cepat rusak, tapi peringatan saya tidak digubris,” sesal Zaiqulhak.

​Ia pun melayangkan tuntutan keras agar pihak rekanan segera mengganti seluruh material atap teras dengan kualitas yang jauh lebih baik.

 

“Saya tidak mau tahu, pelaksana harus ganti dengan bahan yang bagus. Saya tidak mau nanti warga saya yang jadi korban ketika koperasi ini sudah beroperasi,” tegasnya.

 

​Hingga berita ini diturunkan, kejelasan mengenai spesifikasi anggaran dan pertanggungjawaban proyek masih menyisakan tanda tanya. Kontraktor proyek, Chairul Rohman, memilih bungkam dan belum memberikan respons saat berusaha dikonfirmasi. Sambungan telepon dari awak media pun tidak diangkat.

 

​Gedung Kopdes Merah Putih di Desa Pangeleyan ini sebenarnya direncanakan sebagai toko retail yang menjual sembako dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat sekitar.

Namun akibat insiden ini, impian warga untuk menikmati fasilitas ekonomi tersebut tampaknya harus tertunda lebih lama.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.