Banyuwangi Tampilkan Inovasi Smart City di Forum ASEAN

oleh -45 Dilihat
oleh
Banyuwangi Tampilkan Inovasi Smart City di Forum ASEAN
Banyuwangi Tampilkan Inovasi Smart City di Forum ASEAN
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Kabupaten Banyuwangi menjadi lokasi konsolidasi Delegasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan tahunan ASEAN Smart Cities Network (ASCN) ke-9 yang digelar secara daring pada Senin (20/7/2026). Forum tersebut menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk memaparkan inovasi pembangunan berbasis teknologi dan keberlanjutan yang dikembangkan di masing-masing wilayah sebagai bagian dari penguatan konsep kota cerdas (smart city) di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan nasional tersebut terhubung dengan rapat tahunan ASCN yang berpusat di Filipina dan diikuti oleh perwakilan 11 negara anggota ASEAN serta sejumlah negara mitra, antara lain Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Rusia. Kegiatan dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal.

Delegasi Indonesia terdiri atas enam daerah yang tergabung dalam jaringan ASCN, yakni Kabupaten Banyuwangi, DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar.

Safrizal menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi konsolidasi delegasi Indonesia karena telah menjadi bagian dari jaringan ASCN sejak awal pembentukannya pada 2018 bersama DKI Jakarta dan Kota Makassar.

“Awalnya, saat ASCN berdiri pada 2018, yang kita promosikan ke tingkat Asia Tenggara yakni DKI Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Sekarang kita tambah tiga lagi,” ujar Safrizal.

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah bagi setiap daerah untuk menyampaikan praktik baik (best practice) dalam penerapan konsep smart city yang dapat menjadi referensi bagi kota-kota lain di kawasan ASEAN.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sejumlah program yang dikembangkan pemerintah daerah melalui pendekatan smart village, yaitu pembangunan berbasis teknologi yang menjangkau hingga tingkat desa.

“Banyuwangi hadir bersama jaringan kota ASCN lainnya untuk saling berbagi praktik baik terkait program Smart City dengan negara ASEAN. Banyuwangi sendiri mengembangkan smart city dengan pendekatan smart village,” kata Ipuk.

Salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyatakan fasilitas tersebut mampu mengolah sebagian sampah plastik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan industri.

Menurut Ipuk, program tersebut ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui proses pengolahan. Ia menyebut hasil RDF yang diproduksi telah didistribusikan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri.

Selain pengelolaan sampah, Banyuwangi juga memperkenalkan layanan Oasis Wangi, yakni layanan telekonsultasi kesehatan yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi WhatsApp selama 24 jam bekerja sama dengan Noora Health.

“Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara real time. Juga bisa menerima tips dan edukasi kesehatan secara reguler,” ujar Ipuk.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan paparan resmi dari penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengenai program yang sedang dijalankan. Implementasi serta capaian masing-masing inovasi menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan sesuai ketentuan dan indikator yang berlaku dalam pengembangan smart city di tingkat nasional maupun regional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.