Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Guru Lewat TPN XII

oleh -32 Dilihat
oleh
Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Guru Lewat TPN XII
Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Guru Lewat TPN XII
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII yang mempertemukan ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, dan pegiat pendidikan. Forum berskala nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidik, memperluas kolaborasi, serta mendorong percepatan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.

Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juli 2026 itu merupakan kolaborasi Yayasan Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemkab Banyuwangi. Pelaksanaan TPN XII di Banyuwangi juga terhubung secara serentak dengan 46 kabupaten/kota di berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/7/2026), menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan tenaga pendidik dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta perubahan pola pembelajaran.

“Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ia juga mengingatkan agar TPN XII tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, setiap pendidik diharapkan membawa pulang gagasan baru, memperkuat jejaring profesional, dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing.

“Bawalah pulang ide-ide baru dan wawasan yang utuh untuk bapak dan ibu terapkan di sekolah masing-masing. Bangunlah jejaring yang kuat antarpendidik untuk saling mengisi ruang-ruang kelas kita dengan kreativitas,” tambahnya.

Dari sisi pelaksanaan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan sekitar 450 pendidik pada hari pertama. Mereka mengikuti berbagai agenda, mulai dari bincang pendidikan bersama Konsultan IPB Dr. Budi Susetyo, debat solusi pendidikan, hingga kelas internasional yang menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Korea Selatan.

Pada hari kedua, jumlah peserta kembali mencapai sekitar 450 orang. Kegiatan dipusatkan di SMPN 3 Banyuwangi dengan sejumlah kelas tematik yang meliputi kelas kompetensi, kelas pendidik, kelas pemimpin, pameran karya siswa, hingga pasar solusi pendidikan.

“Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus membuka ruang berbagi praktik baik antarsatuan pendidikan,” jelas Alfian.

Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia, penyelenggaraan forum nasional tersebut menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk memperbarui kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional. Kolaborasi lintas daerah dinilai penting dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Sementara itu, Ketua Guru Belajar Foundation Jakarta, Pingkan Juwita Fakharia, mengapresiasi komitmen para pendidik Banyuwangi yang mengangkat tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia.” Menurutnya, konsep tersebut menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat dibangun dari potensi lokal tanpa meninggalkan perspektif global.

“Menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar kita, tetapi justru diajak menghadirkan solusi yang lahir dari konteks daerah masing-masing. Perubahan pendidikan tidak dibangun oleh satu guru atau satu sekolah saja, tetapi melalui cita-cita kolektif yang tumbuh dari kolaborasi,” katanya.

Rangkaian TPN XII di Banyuwangi juga dihadiri Rektor UI Cordoba Banyuwangi Prof. Agus Trihartono dan Pembina Yayasan Cikal Jakarta Tari Sandjojo. Hasil diskusi, kolaborasi, serta berbagai praktik baik yang lahir dari forum tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari agenda Temu Pendidik Nusantara tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada November 2026.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi lintas daerah, dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi peserta didik sesuai prinsip perlindungan anak serta hak memperoleh pendidikan yang berkualitas. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.