Banyuwangi Luncurkan Bapenda Online 24 Jam

oleh -36 Dilihat
oleh
Banyuwangi Luncurkan Bapenda Online 24 Jam
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Bapenda Online, layanan administrasi perpajakan daerah yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Inovasi tersebut ditujukan untuk memangkas keterbatasan waktu dan tempat dalam pengurusan pajak sekaligus mendorong pelayanan publik berbasis digital.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Bapenda Online merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus administrasi perpajakan secara mandiri. Layanan tersebut diperkenalkan melalui soft launching dalam kegiatan Car Free Day dan peresmian Pasar Jati Agung di Kecamatan Purwoharjo, Minggu (27/9/2026).

Sistem Bapenda Online terintegrasi dengan basis data kependudukan daerah melalui B-One ID pada aplikasi Smart Kampung. Integrasi tersebut memungkinkan data wajib pajak yang telah terdaftar diverifikasi secara otomatis oleh sistem.

Dari sisi layanan, platform ini memiliki dua fungsi utama, yakni portal informasi resmi dan portal layanan publik digital. Masyarakat dapat memperoleh informasi capaian pajak daerah secara langsung, mengetahui kewajiban perpajakan, menggunakan fitur chatbot interaktif, serta mengakses portal pendaftaran magang bagi mahasiswa.

Bapenda Online juga menyediakan sembilan jenis layanan PBB-P2 dan BPHTB secara daring. Portal resmi Bapenda Banyuwangi saat ini juga menyediakan akses informasi, validasi, administrasi hingga layanan pajak daerah dalam satu platform digital.

Plt Kepala Bapenda Banyuwangi Samsudin menyebutkan, sebelum sistem tersebut diterapkan, Bapenda melayani sekitar 150 hingga 200 permohonan setiap hari melalui sejumlah titik pelayanan, antara lain Kantor Bapenda, Mall Pelayanan Publik dan Pasar Pelayanan Publik.

Menurut Samsudin, konsep layanan digital tersebut dikembangkan dari gagasan Work from Anywhere, sehingga pelayanan perpajakan tidak lagi bergantung pada kehadiran masyarakat di lokasi pelayanan maupun jam operasional kantor.

Selain aspek kemudahan, digitalisasi juga diklaim memberikan efisiensi terhadap belanja pemerintah daerah. Samsudin menyebut Bapenda berpotensi menghemat anggaran belanja rutin minimal Rp900 juta per tahun melalui pengoperasian sistem tersebut.

Namun, ukuran keberhasilan layanan digital tidak hanya terletak pada tersedianya platform. Kemudahan akses, keandalan sistem, keamanan data wajib pajak, kejelasan prosedur serta kecepatan penyelesaian menjadi bagian penting yang menentukan apakah transformasi digital benar-benar dirasakan masyarakat.

Bapenda Online juga dilengkapi fitur tracking yang memungkinkan warga memantau posisi berkas secara real-time. Fitur tersebut sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan komplain apabila terjadi kendala dalam proses pelayanan.

Dengan sistem ini, digitalisasi pelayanan pajak Banyuwangi diarahkan bukan sekadar memindahkan layanan dari loket ke layar, tetapi juga meningkatkan keterlacakan proses dan akses masyarakat terhadap informasi perpajakan. Bapenda Banyuwangi sebelumnya juga telah memiliki sejumlah layanan dan pedoman teknis perpajakan berbasis digital.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.