Jombang, Garudasatunews.id – Penanganan banjir di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, mulai memasuki tahap distribusi bantuan, namun efektivitas respons darurat dan kesiapan mitigasi jangka panjang kembali menjadi sorotan.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui BPBD dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak pada Kamis (2/4/2026). Bantuan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, hingga paket lauk-pauk dan tambahan gizi.
Meski genangan air dilaporkan mulai surut setelah hujan mereda, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya titik rawan, terutama di area jalan desa dengan kontur rendah yang belum sepenuhnya kering.
Kepala Desa Carangrejo, Supriaji, menyebut kondisi sudah membaik, namun pengamatan di lapangan mengindikasikan pemulihan belum merata dan masih menyisakan potensi gangguan aktivitas warga.
Distribusi bantuan dilakukan melalui pemerintah desa untuk kemudian disalurkan ke warga. Namun, mekanisme distribusi ini tetap membutuhkan pengawasan agar tepat sasaran, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, bersama Dinas Sosial turut meninjau lokasi terdampak lain, termasuk akses jalan longsor di Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.
Perbaikan jalan dilakukan secara darurat dengan metode swadaya menggunakan anyaman bambu dan sandbag. Langkah ini dinilai sebagai solusi sementara yang berisiko tidak bertahan lama jika tidak segera ditindaklanjuti dengan penanganan permanen.
Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses pemulihan. Namun, ketergantungan pada gotong royong dalam kondisi darurat juga menyoroti keterbatasan kesiapan infrastruktur mitigasi bencana.
Rencana kajian teknis untuk solusi jangka panjang disebut akan dilakukan. Meski demikian, tanpa percepatan implementasi, potensi banjir berulang di wilayah rawan seperti Carangrejo masih menjadi ancaman nyata bagi warga.
(Red-Garudasatunews)
















