Bandung Carnival Jombang Dorong Ekonomi Warga hingga Rp4 Miliar

oleh -29 Dilihat
oleh
Bandung Carnival Jombang Dorong Ekonomi Warga hingga Rp4 Miliar
Bandung Carnival 2026 di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (26/9/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Bandung Carnival 2026 di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas warga. Gelaran yang berlangsung Sabtu (26/9/2026) malam tersebut juga disebut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar hingga Rp4 miliar.

Perputaran ekonomi tersebut merupakan kalkulasi panitia terhadap aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan karnaval. Sekretaris Panitia Bandung Carnival 2026, Firman Alifudin, menyebut pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat melalui iuran warga serta kontribusi peserta.

Menurut Firman, aktivitas ekonomi tidak hanya muncul saat pawai berlangsung. Pengeluaran warga untuk menyewa perlengkapan, truk, jasa salon, kostum, hingga kebutuhan pendukung lainnya ikut menggerakkan usaha masyarakat di tingkat desa.

Dampak tersebut semakin terlihat karena Bandung Carnival mampu menarik puluhan ribu warga di sepanjang rute parade. Karnaval tahun ini menempuh jarak sekitar 1,9 kilometer dan diikuti 19 kontingen yang seluruhnya merupakan perwakilan warga Desa Bandung.

Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi, mengatakan konsep Bandung Carnival 2026 dikembangkan dengan tema “The Evolution Synergy”. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada kebudayaan Nusantara, tahun ini kreativitas warga diperluas dengan memasukkan unsur budaya populer dan karakter yang dekat dengan generasi muda.

Sejumlah penampilan bahkan mengusung nuansa Bushido khas Jepang hingga karakter anime. Setiap kelompok warga juga diarahkan menghasilkan kostum dan penampilan yang orisinal sesuai subtema masing-masing RT.

Anang menegaskan, aspek kreativitas menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara. Setiap kontingen diharapkan memiliki identitas visual yang berbeda sehingga parade tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi masyarakat.

Di sisi lain, geliat ekonomi menjadi konsekuensi langsung dari tingginya aktivitas warga dan penonton. Pedagang makanan, penata rias, penyedia persewaan busana serta jasa sound system menjadi sejumlah sektor yang ikut menerima manfaat dari kegiatan tersebut.

Meski demikian, angka Rp2 miliar hingga Rp4 miliar tersebut merupakan perhitungan panitia, sehingga belum dapat disamakan dengan nilai transaksi ekonomi yang telah diaudit secara independen. Data tersebut lebih tepat dipahami sebagai estimasi dampak ekonomi kegiatan di tingkat desa.

Bandung Carnival 2026 pada akhirnya memperlihatkan bagaimana kegiatan berbasis partisipasi warga dapat mempertemukan ruang kreativitas, pelestarian nilai budaya, hiburan masyarakat, sekaligus aktivitas ekonomi lokal dalam satu agenda desa.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.