KEDIRI, Garudasatunews.id – Seorang balita berusia sekitar 2,5 tahun sempat terkunci di dalam sebuah mobil di kawasan Jalan Wilis, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (21/9/2026) siang. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa tersebut diketahui warga yang berada di sekitar lokasi. Karena anak masih berada di dalam kendaraan dan akses pintu tidak dapat dibuka, warga segera meminta bantuan kepada petugas Damkar Kabupaten Kediri.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan warga menyebut seorang anak berusia sekitar 2,5 tahun terkunci di dalam mobil.
Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak setelah menerima laporan. Armada berangkat sekitar pukul 11.05 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB.
Gunakan Pompa Airbag
Petugas tidak langsung melakukan tindakan yang berpotensi merusak kendaraan. Untuk membuka akses mobil, tim menggunakan peralatan khusus berupa pompa airbag.
Alat tersebut digunakan untuk membuat celah pada bagian pintu kendaraan sehingga petugas dapat membuka akses secara bertahap. Proses dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko terhadap anak yang berada di dalam kabin.
Setelah proses evakuasi dilakukan, balita tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari kendaraan dalam kondisi aman.
Kaleb menyampaikan proses penyelamatan berlangsung sesuai prosedur operasional standar (SOP). Tidak terdapat laporan korban mengalami luka ringan maupun luka berat dalam kejadian tersebut.
Kesiapsiagaan Jadi Faktor Penting
Insiden ini menunjukkan bahwa kondisi darurat di lingkungan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan kebakaran. Petugas Damkar juga memiliki peran dalam membantu proses penyelamatan ketika warga menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan peralatan khusus.
Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian sekaligus kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam proses evakuasi. Dalam situasi anak terkunci di dalam kendaraan, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko keselamatan.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya orang tua atau pendamping anak, agar lebih memperhatikan keberadaan anak ketika berada di dalam maupun sekitar kendaraan. Jika terjadi keadaan darurat serupa, masyarakat diminta segera meminta bantuan petugas agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan aman.
(Red-Garudasatunews)
















