Baksos Haji SIG Disorot: Dana dan Sasaran Dipertanyakan

oleh -32 Dilihat
oleh
Baksos Haji SIG Disorot Dana dan Sasaran Dipertanyakan
Ketua paguyuban jemaah haji SIG 2024 H A Washil MR (baju putih) saat berkegiatan di Kecamatan Sidayu, Gresik
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Paguyuban Jemaah Haji Semen Indonesia Grup (SIG) 2024 kembali menggelar bakti sosial (baksos) di tiga lokasi di Kabupaten Gresik. Kegiatan yang disebut rutin sejak 2025 ini memunculkan sorotan terkait transparansi pengelolaan dana serta ketepatan sasaran bantuan.

Ketua Paguyuban Jemaah Haji SIG 2024, H A Washil MR, menyatakan kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun. Ia yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik menegaskan baksos tahun ini menyasar tiga titik, yakni Panti Asuhan Raudhlatul Hikmah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Panti Jompo Lestari di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, serta Yayasan Al-Wafiriyah di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah.

Namun, pengungkapan sumber dana menjadi perhatian. Seluruh kegiatan disebut dibiayai dari donasi internal anggota paguyuban yang tahun ini terkumpul lebih dari Rp18 juta. Washil mengklaim seluruh dana disalurkan penuh untuk kegiatan sosial, dengan capaian donasi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Di lapangan, distribusi bantuan dilakukan dalam bentuk sembako, makanan siap saji, uang saku hingga dana operasional lembaga. Koordinator kegiatan di Panti Asuhan Raudhlatul Hikmah, Hj Nurul Hidayah, menyebut terdapat 97 anak asuh yang menjadi penerima manfaat, dengan rincian sebagian tinggal di asrama dan lainnya di luar.

Sementara itu, penentuan lokasi penerima bantuan juga menuai catatan. Koordinator kegiatan di Yayasan Al-Wafiriyah, Hj Endang Sumarmi, mengakui pihaknya telah melakukan survei ke sejumlah panti lain di wilayah Dukun, Sidayu, dan Ujungpangkah. Namun, yayasan yang dipilih dinilai “lebih layak dan lebih membutuhkan”, tanpa penjelasan rinci terkait indikator penilaian tersebut.

Di lokasi berbeda, kondisi Panti Jompo Lestari di Desa Bringkang memperlihatkan kebutuhan tinggi. Sebanyak 62 penghuni lanjut usia, sebagian besar tidak mandiri dan menderita penyakit kronis seperti stroke, menjadi sasaran bantuan. Pengelola panti menyebut operasional membutuhkan dukungan besar, baik dari sisi tenaga maupun pembiayaan.

Paguyuban kembali menyalurkan bantuan serupa seperti tahun sebelumnya, meliputi kebutuhan pokok hingga perlengkapan harian lansia seperti pampers dan obat gosok. Meski bantuan dinilai membantu, belum ada laporan terbuka terkait mekanisme distribusi, pengawasan, maupun evaluasi dampak dari kegiatan yang telah berjalan dua tahun berturut-turut tersebut.

Kegiatan sosial berbasis donasi ini diharapkan memberi manfaat bagi penerima. Namun, di tengah meningkatnya nominal dana dan perluasan kegiatan, tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran menjadi hal yang tak bisa diabaikan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.