Bahaya Mengintai di Musim Kemarau! Bupati Sumenep Warning Warga Soal Pembakaran Lahan.

oleh -25 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261023-WA0022

SUMENEP, Garudasatunews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai faktor pemicu kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering dan terik dinilai membuat kobaran api sangat mudah menjalar dan meluas secara cepat.

​Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar lahan, tegalan, dan tumpukan daun kering tanpa pengawasan. Langkah antisipatif ini dinilai krusial untuk melindungi kawasan permukiman dan lingkungan sekitar dari bahaya kebakaran yang membahayakan.

​Kebiasaan membersihkan lahan dengan cara membakar ranting maupun sisa tanaman di area terbuka harus segera dihindari, terutama saat diterpa cuaca panas dan angin kencang. Pasalnya, percikan api kecil berpotensi besar menjadi kebakaran tak terkendali dalam waktu singkat.

​“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar tegalan, ranting, maupun daun kering secara sembarangan. Jangan sampai aktivitas yang dianggap sepele justru memicu kebakaran besar yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Bupati, Jumat (23/10/2026).

​Ia menjelaskan bahwa pencegahan bencana kebakaran memerlukan kesadaran kolektif serta peran aktif seluruh elemen masyarakat. Setiap orang diharapkan lebih berhati-hati saat beraktivitas di lahan pertanian, pekarangan, hingga kawasan berdvegetasi kering.

​Sebagai solusi ramah lingkungan, Bupati mendorong warga untuk mengalihkan metode penanganan sampah organik.

​“Kami mengajak masyarakat mengelola daun kering dan sisa tanaman dengan cara yang lebih aman, seperti mengumpulkannya untuk dijadikan kompos atau menggunakan metode pengolahan sampah organik tanpa pembakaran terbuka,” terangnya.

​Selain itu, ia memintakan masyarakat memastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan dalam keadaan menyala. Apabila warga menemukan indikasi atau tanda-tanda awal kebakaran lahan, disarankan untuk segera menghubungi layanan darurat Call Center 112 agar mendapat penanganan cepat dari petugas.

​“Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi dampak buruknya dapat ditekan melalui kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.

​Bupati menegaskan kembali bahwa partisipasi aktif warga dalam mendeteksi potensi bahaya sejak dini merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan daerah selama musim kemarau berlangsung.

​“Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga lingkungan kita tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.