MALANG, Garudasatunews.id – Pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 mengalami perubahan signifikan pada penentuan lokasi ujian, di mana peserta tidak lagi memilih kampus tujuan tes, melainkan hanya wilayah, sementara distribusi lokasi sepenuhnya dikendalikan panitia pusat.
Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang, Ibrahim Bafadal, menjelaskan kebijakan ini sebagai upaya menata distribusi peserta sekaligus menutup celah praktik manipulasi lokasi ujian yang berpotensi merusak integritas seleksi nasional.
Menurutnya, dalam sistem baru, peserta yang memilih wilayah Malang akan ditempatkan secara acak oleh sistem ke sejumlah kampus, seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, atau UIN Malang.
“Ada perubahan mendasar. Peserta tidak lagi memilih kampus, hanya wilayah. Distribusi sepenuhnya diatur panitia pusat,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengantisipasi praktik tidak sehat dalam penentuan lokasi ujian yang sebelumnya kerap menjadi sorotan.
Menanggapi kekhawatiran peserta terkait potensi kebingungan lokasi, pihak kampus memastikan informasi titik ujian akan diumumkan sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan, memberikan waktu bagi peserta untuk melakukan survei lokasi.
Selain aspek teknis, data nasional menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar SNBT 2026 sekitar 40 ribu peserta dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini diperkirakan akan memperketat persaingan, terutama karena keterbatasan daya tampung jalur SNBP.
Di sisi lain, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya menjaga proporsi jalur seleksi nasional tetap dominan dengan membatasi jalur mandiri di bawah 50 persen, yakni 49 persen, guna memastikan akses pendidikan yang lebih adil.
Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat transparansi dan inklusivitas dalam sistem seleksi perguruan tinggi negeri, di tengah meningkatnya jumlah peminat setiap tahun.
Dengan perubahan sistem distribusi lokasi dan penguatan regulasi kuota, pelaksanaan SNBT 2026 diharapkan mampu menutup celah kecurangan sekaligus menjaga prinsip keadilan bagi seluruh calon mahasiswa.
(Red-Garudasatunews)














