Atlet Ngawi Dipanggil, Target Juara Dunia Dipertaruhkan

oleh -34 Dilihat
oleh
Atlet Ngawi Dipanggil, Target Juara Dunia Dipertaruhkan
Atlet pencak silat andalan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ngawi, Mujadidi Faizha Adhim.
banner 468x60

NGAWI, Garudasatunews.id – Atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ngawi, Mujadidi Faizha Adhim, kembali dipanggil untuk memperkuat Indonesia dalam kejuaraan dunia pencak silat yang akan digelar di Belgia pada 24–26 April 2026.

Pemanggilan tersebut dilakukan oleh tim Pelatihan Nasional (Pelatnas) menyusul undangan resmi dari federasi pencak silat Belgia. Dalam agenda tersebut, Indonesia mengirimkan 10 atlet yang didampingi empat pelatih serta satu manajer tim untuk bersaing di tingkat internasional.

Mujadidi menjadi salah satu atlet asal Jawa Timur yang dipercaya tampil membawa nama Indonesia. Pesilat muda asal Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi itu dijadwalkan bertanding di kelas A putra (45–50 kilogram).

Saat dikonfirmasi, atlet yang akrab disapa Dede itu mengaku telah menerima surat pemanggilan sekitar sepekan lalu dan kini tengah mempersiapkan kebutuhan administrasi serta menjaga intensitas latihan.
“Suratnya sudah kami terima. Saat ini fokus melengkapi administrasi seperti visa dan tetap menjalani latihan rutin,” ujarnya.

Ia menegaskan target tinggi dalam kejuaraan tersebut, yakni meraih gelar juara sebagai bentuk pembuktian di level dunia.
“Targetnya juara satu. Ini kesempatan menunjukkan bahwa pencak silat Indonesia mampu bersaing di kancah internasional,” katanya.

Namun dari sudut pandang investigatif, pemanggilan atlet ke ajang internasional juga menyoroti kesiapan sistem pembinaan olahraga, termasuk dukungan fasilitas, pendanaan, dan manajemen pelatnas yang kerap menjadi sorotan. Tanpa dukungan optimal, beban prestasi berisiko hanya bertumpu pada individu atlet.

Selain itu, proses administrasi seperti pengurusan visa yang masih berjalan menjelang keberangkatan menunjukkan adanya potensi kendala teknis yang dapat memengaruhi kesiapan atlet di ajang bergengsi tersebut.

Keikutsertaan Mujadidi dan tim Indonesia menjadi ujian tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi sistem pembinaan olahraga nasional dalam memastikan target prestasi dapat tercapai secara maksimal.

Publik kini menunggu apakah keikutsertaan ini mampu berbuah prestasi atau justru kembali menyisakan catatan terkait kesiapan dan dukungan terhadap atlet di level internasional. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.