ASI Eksklusif Mojokerto Capai 97,91 Persen

oleh -36 Dilihat
oleh
ASI Eksklusif Mojokerto Capai 97,91 Persen
Ilustrasi pemberian ASI eksklusif kepada anak.
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Mojokerto menunjukkan capaian tinggi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Mojokerto, persentase pemberian ASI eksklusif mencapai 97,91 persen, sekaligus diikuti peningkatan durasi menyusui.

Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tingginya persentase pemberian ASI juga menunjukkan bahwa praktik menyusui masih menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak pada masa awal kehidupannya.

Selain persentase pemberian ASI eksklusif, data statistik Mojokerto juga memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan lama pemberian ASI. Data BPS Kabupaten Mojokerto mencatat rata-rata lama pemberian ASI kepada bayi usia 0-23 bulan meningkat dari 9,07 bulan pada 2023 menjadi 12,31 bulan pada 2024, atau bertambah 3,24 bulan.

Tren tersebut menjadi bagian penting dalam melihat keberhasilan edukasi dan dukungan terhadap ibu menyusui. Sebab, keberhasilan pemberian ASI tidak hanya berkaitan dengan kemauan ibu, tetapi juga dipengaruhi lingkungan keluarga, tempat kerja, fasilitas pendukung serta pemahaman masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto sebelumnya juga mencatat bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membantu ibu tetap memberikan ASI, termasuk bagi ibu yang menghadapi keterbatasan untuk menyusui secara langsung karena bekerja. Upaya peningkatan cakupan ASI dilakukan melalui sosialisasi di desa dan Posyandu serta pelatihan konselor ASI bagi petugas kesehatan.

Dari sisi kebijakan daerah, pemberian ASI eksklusif juga telah mendapatkan landasan melalui Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2018. Regulasi tersebut antara lain mengatur tanggung jawab pemerintah daerah, pemberian ASI eksklusif, dukungan masyarakat, tempat kerja dan sarana umum, pembinaan serta pengawasan.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif bukan semata persoalan pilihan individual, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan hak bayi, perlindungan terhadap ibu serta dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah daerah.

Di tengah capaian yang tinggi tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan angka statistik tersebut berkelanjutan dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Dukungan terhadap ibu menyusui perlu dijaga agar tidak berhenti pada kampanye atau sosialisasi, tetapi diwujudkan melalui lingkungan yang memungkinkan ibu memberikan ASI secara optimal.

Dengan capaian ASI eksklusif yang mencapai 97,91 persen dan tren durasi menyusui yang meningkat, Mojokerto memiliki modal penting dalam memperkuat pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Namun, konsistensi edukasi, fasilitas pendukung dan perlindungan bagi ibu menyusui tetap menjadi pekerjaan yang perlu dikawal bersama.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.