Apresiasi LDII Disorot, Seremonial atau Dampak Nyata?

oleh -39 Dilihat
oleh
Apresiasi LDII Disorot, Seremonial atau Dampak Nyata
Wabup Jombang Salmanduin bersama pengurus PC LDII Mojoagung, Minggu (12/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Wakil Bupati Jombang Salmanudin menghadiri acara silaturahim dan halal bihalal bersama LDII Mojoagung di Aula Masjid Al Faqih, Minggu (12/4/2026), di tengah sorotan publik terkait efektivitas peran organisasi masyarakat dalam menjaga kerukunan sosial.

Kehadiran pejabat daerah dalam forum keagamaan ini disebut sebagai upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan elemen masyarakat. Namun, sejumlah pihak menilai kegiatan seremonial semacam ini kerap tidak diikuti dengan evaluasi konkret terhadap dampak di lapangan.

Dalam sambutannya, Salmanudin—yang akrab disapa Gus Salman—menyampaikan apresiasi kepada pengurus LDII Mojoagung atas kontribusi mereka dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam merawat stabilitas sosial.

“Kontribusi dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait indikator keberhasilan yang digunakan pemerintah daerah dalam menilai kontribusi organisasi kemasyarakatan. Hingga kini, belum terlihat adanya data terbuka yang mengukur secara spesifik dampak kegiatan tersebut terhadap penurunan konflik sosial atau peningkatan kohesi masyarakat.

Gus Salman juga menekankan pentingnya etika sosial, budaya gotong royong, serta kewaspadaan terhadap provokasi. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga harmoni melalui sikap saling menghargai dan menahan diri.

Namun, penguatan nilai-nilai normatif ini dinilai belum cukup tanpa diimbangi program nyata yang terukur, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks di tingkat lokal.

Ajakan memperkuat budaya lokal sebagai benteng sosial juga kembali disampaikan. Pemerintah berharap masyarakat tetap menjaga suasana guyub, rukun, dan damai, khususnya di wilayah Mojoagung.

Di sisi lain, belum ada penjelasan rinci mengenai langkah strategis lanjutan dari pemerintah daerah untuk memastikan sinergi tersebut berjalan berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap potensi gesekan sosial di masyarakat.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Mojoagung, Plt Camat, Kabag Kesra, pengurus LDII, serta tokoh masyarakat. Namun, forum tersebut belum menunjukkan adanya agenda tindak lanjut yang konkret selain penguatan komitmen secara normatif.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.