PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya dinyatakan padam di Blok Pengol dan Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies. Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief memastikan tidak lagi terlihat asap di kawasan Pengol maupun Watangan. Kondisi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah kebakaran yang mulai muncul pada Kamis (10/9/2026) dan sempat meluas akibat kondisi angin serta vegetasi kering di kawasan lereng Bromo.
“Untuk wilayah Bromo khususnya di Kabupaten Probolinggo, saat ini di wilayah Watangan dan Pengol sudah tidak ada asap,” kata Oemar, sebagaimana dikutip dalam laporan media pada Sabtu (13/9/2026).
Sebelumnya, titik api pertama kali terpantau di kawasan Blok Pengol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Kobaran kemudian menjalar menuju Lembah Watangan yang dikenal sebagai kawasan Bukit Teletubbies. Tiupan angin kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat perambatan api, sementara kondisi medan yang terjal menyulitkan proses pemadaman dari jalur darat.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, petugas TNBTS, TNI, Polri, relawan dan unsur masyarakat. Untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi melalui jalur darat, BPBD Jawa Timur juga mengerahkan helikopter PK-DAP untuk operasi water bombing.
Dalam operasi tersebut, helikopter berkapasitas bucket 1.000 liter melakukan penyiraman dari udara dengan sumber air di kawasan Ranu Pani, Lumajang. Pada Jumat (11/9), tercatat 17 kali penyiraman dengan total sekitar 17.000 liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran. Operasi udara sempat menghadapi kendala kabut tebal dan kondisi cuaca.
Meski api di wilayah Pengol dan Watangan telah dinyatakan padam, petugas tidak langsung menghentikan penanganan. Pembasahan dan penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memunculkan kobaran api.
Sementara itu, perkembangan kebakaran di kawasan Bromo juga masih menjadi perhatian karena pada periode yang sama terdapat titik api di wilayah lain, termasuk kawasan Jantur di Kabupaten Lumajang serta Pusung Painem dan Jemplang di Kabupaten Malang. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan meskipun titik kebakaran di wilayah Probolinggo telah terkendali.
Balai Besar TNBTS sebelumnya juga melakukan pembatasan akses wisata sebagai bagian dari keselamatan pengunjung dan kelancaran proses pemadaman. Penanganan lapangan diarahkan untuk mencegah api kembali muncul maupun merambat ke kawasan lain.
(Red-Garudasatunews)
















