Apel Loyalis PSHT Disorot, Isu Internal Mengemuka

oleh -19 Dilihat
oleh
Apel Loyalis PSHT Disorot, Isu Internal Mengemuka
Ribuan loyalis PSHT Madiun Raya mengikuti apel siaga di halaman Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak, Kota Madiun. (Foto : Istimewa)
banner 468x60

MADIUN, Garudasatunews.id – Ribuan loyalis Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari 18 ranting di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun menggelar apel siaga di halaman Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 10, Kelurahan Nambangan Kidul, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin, namun menjadi sorotan di tengah mencuatnya sejumlah isu internal organisasi.

Apel siaga tersebut diklaim sebagai langkah konsolidasi menjelang bulan Suro, momen sakral bagi PSHT Pusat Madiun dalam peringatan tradisi tahunan 1 Muharram. Namun, di balik agenda seremonial, muncul indikasi adanya upaya penguatan barisan di tengah dinamika yang berkembang.

Ketua Loyalis PSHT Madiun Raya, Tono Suharyanto, mengakui bahwa kegiatan ini juga difokuskan untuk menjaga soliditas organisasi serta meredam potensi gesekan internal. Ia menyinggung adanya sejumlah isu yang beredar, termasuk terkait keputusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan polemik status badan hukum PSHT.

“Permasalahan badan hukum saat ini masih dalam proses hukum. Kami mengimbau seluruh anggota untuk tetap menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas,” ujar Tono.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap potensi disinformasi yang dapat memicu perpecahan di tubuh organisasi. Sementara itu, Tono juga menegaskan bahwa Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak berada di bawah kendali PSHT Pusat Madiun, sehingga penggunaan fasilitas tersebut harus sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.

Di sisi lain, loyalis PSHT Madiun Raya menyatakan dukungan terhadap aparat kepolisian dalam menangani dugaan kasus yang terjadi di Kecamatan Saradan. Dukungan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap proses penegakan hukum yang melibatkan pihak-pihak tertentu.

“Kami percaya proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Tono.

Situasi ini menunjukkan bahwa selain menjaga tradisi, PSHT juga tengah menghadapi tantangan internal dan eksternal yang memerlukan penanganan serius guna menjaga stabilitas organisasi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.