Antrean BBM Bangkalan Dipicu Distribusi Tersendat

oleh -30 Dilihat
oleh
Antrean BBM Bangkalan Dipicu Distribusi Tersendat
Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir.
banner 468x60

BANGKALAN, Garudasatunews.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan berkurangnya kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyebut kondisi tersebut dipicu keterlambatan distribusi pasokan BBM dari Pertamina ke sejumlah SPBU.

Fenomena antrean yang melibatkan kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM subsidi. Di sejumlah titik, antrean kendaraan bahkan dilaporkan memanjang hingga ratusan meter dan meluber ke badan jalan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DiskopUMDag) Kabupaten Bangkalan, Moh. Rasuli, menegaskan bahwa kuota maupun alokasi BBM subsidi untuk wilayah Bangkalan tidak mengalami pengurangan.

“Berdasarkan hasil koordinasi yang kami lakukan, antrean terjadi akibat keterlambatan distribusi BBM, khususnya solar, sehingga pasokan yang seharusnya tiba pada pagi atau siang hari baru diterima SPBU pada sore hingga malam hari,” ujar Rasuli, Sabtu (27/6/2026).

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah SPBU dilaporkan sempat mengalami kekosongan stok sementara dan menghentikan pelayanan pengisian BBM subsidi hingga pasokan baru tiba di lokasi.

Menurut Rasuli, kondisi tersebut memicu penumpukan kendaraan karena masyarakat yang telah menunggu sebelumnya langsung melakukan pengisian secara bersamaan setelah mobil tangki distribusi tiba di SPBU.

“Begitu distribusi datang, masyarakat yang sudah menunggu langsung melakukan pengisian sehingga antrean terjadi secara serentak di beberapa lokasi,” katanya.

Salah satu titik antrean terpantau terjadi di kawasan SPBU Junok, di mana antrean kendaraan memenuhi area SPBU hingga meluas ke ruas jalan sekitar. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU penyalur BBM subsidi lainnya di wilayah Kabupaten Bangkalan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bangkalan memastikan ketersediaan BBM subsidi masih sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan. Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi mengenai kelangkaan BBM maupun melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

“Kuota BBM subsidi untuk Kabupaten Bangkalan tetap tersedia sesuai alokasi yang ada. Masyarakat tidak perlu panik karena persoalan yang terjadi berkaitan dengan distribusi, bukan kekurangan pasokan,” tegas Rasuli.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM karena selain melanggar ketentuan yang berlaku, tindakan tersebut berpotensi memperparah kepanikan publik dan memperpanjang antrean di SPBU.

Untuk mengantisipasi terulangnya kondisi serupa, DiskopUMDag Kabupaten Bangkalan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pengelola SPBU guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan sesuai jadwal. Pemerintah daerah juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM di lapangan, khususnya penyaluran BBM subsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, pelaku usaha, dan sektor perikanan.

“Kami akan terus memantau perkembangan distribusi di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan pengisian BBM dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.