Antisipasi Karhutla, BPBD dan TNI-Polri Sebar Imbauan di 13 Kecamatan Pamekasan

oleh -92 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan bersama personil gabungan TNI dan Polri menggencarkan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan memasang pamflet peringatan di berbagai titik strategis dan kawasan rawan bencana, termasuk area hutan jati.

Pemasangan pamflet ini melibatkan jajaran kewilayahan, seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), guna memastikan pesan pencegahan tersampaikan hingga ke pelosok desa.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk deteksi dini untuk meminimalkan potensi timbulnya titik api.
“Maraknya peristiwa kebakaran lahan di sejumlah daerah menjadi pelajaran penting bagi kita. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar potensi karhutla di Kabupaten Pamekasan dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Dofir, Sabtu (29/8/2026).

Melalui imbauan tertulis tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas berisiko memicu kebakaran. Hal ini mencakup larangan membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan lahan kering maupun area hutan.

Senada dengan hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem dan lahan dalam kondisi sangat kering.
“Pada musim kering, percikan api sekecil apa pun dapat menjalar cepat jika tertiup angin kencang. Jika sudah meluas, masyarakat sendiri yang akan dirugikan. Oleh karena itu, kami memohon agar tidak ada yang bermain api di area rawan kekeringan,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko mendorong agar sosialisasi dan sosialisasi berbasis pamflet ini diperluas secara merata ke seluruh wilayah.
“Kami berharap aksi pencegahan ini terus digencarkan secara masif di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan agar edukasi mitigasi ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tutur Agus.

Sinergi tiga pilar ini diharapkan mampu menekan risiko bencana karhutla secara signifikan. BPBD dan TNI-Polri juga mengimbau warga untuk segera melapor ke petugas terdekat apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.