Anting Emas 2.0 Dipertanyakan, Mampukah Tekan Stunting

oleh -24 Dilihat
oleh
Anting Emas 2.0 Dipertanyakan, Mampukah Tekan Stunting
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Program Anting Emas 2.0 kembali dijadikan andalan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menekan angka stunting pada RKPD 2027, memunculkan sorotan terhadap efektivitas program serupa yang sebelumnya belum sepenuhnya menunjukkan hasil signifikan.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan komitmen percepatan penanganan stunting melalui pendekatan kolaboratif. Namun, pernyataan tersebut belum diiringi pemaparan capaian konkret berbasis data terbaru terkait penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Dalam forum Musrenbang di Pendapa Surya Graha, pemerintah daerah menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah provinsi. Meski demikian, perencanaan yang disebut partisipatif dan transparan masih menghadapi tantangan klasik, seperti ketepatan sasaran program dan efektivitas distribusi intervensi di lapangan.

RKPD 2027 diposisikan sebagai instrumen strategis pembangunan berkelanjutan. Namun, sejumlah persoalan mendasar seperti kualitas sumber daya manusia, kemiskinan, dan stunting masih menjadi pekerjaan besar yang belum sepenuhnya terurai dalam implementasi program sebelumnya.

Program Anting Emas 2.0 atau Asuh Balita Stunting, yang melibatkan aparatur sipil negara sebagai orang tua asuh, disebut sebagai langkah konkret. Skema ini dinilai memiliki potensi, tetapi juga menyisakan celah pengawasan dan konsistensi pendampingan yang dapat memengaruhi hasil akhir.

Di sisi lain, fokus pembangunan pada penguatan infrastruktur ekonomi menimbulkan pertanyaan terkait keseimbangan prioritas antara pembangunan fisik dan intervensi kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan berkelanjutan dan spesifik.

Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan terhadap program nasional percepatan stunting menuju visi Indonesia Emas 2045. Namun, tanpa evaluasi menyeluruh dan transparansi capaian, program berisiko menjadi agenda administratif tanpa dampak signifikan di tingkat akar rumput.

Forum Musrenbang yang membuka ruang kritik dan masukan menjadi momentum penting untuk menguji apakah kebijakan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, atau hanya berputar pada perencanaan tanpa implementasi optimal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.