Angklung Modern La Femina Bidik Generasi Muda

oleh -13 Dilihat
oleh
Angklung Modern La Femina Bidik Generasi Muda
Komunitas angklung La Femina tampil dalam Surabaya Sport Fashion Festival 2026
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Komunitas angklung La Femina terus mencari celah untuk menarik perhatian generasi muda dengan mengemas musik tradisional menjadi lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan tren hiburan. Langkah itu ditunjukkan saat tampil dalam ajang Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) di Atrium Ciputra World Surabaya, Sabtu (16/5/2026) malam.

Dalam penampilannya, La Femina membawakan sejumlah lagu populer yang akrab di telinga anak muda, mulai dari “Risk It All” milik Bruno Mars hingga “Yogyakarta” dari KLA Project. Strategi itu disebut menjadi upaya agar angklung tidak lagi dipandang sebagai kesenian tradisional yang kaku dan tertinggal zaman.

Pelatih sekaligus konduktor La Femina, Prihyanti Lumbanraja, mengungkapkan pihaknya sengaja memilih aransemen pop modern agar lebih mudah diterima kalangan muda.

“Kami selalu memperbarui pilihan lagu. Kami memilih aransemen pop modern agar lebih digemari generasi muda,” ujar Prihyanti.

Komunitas yang berdiri sejak November 2025 itu kini memiliki 28 personel aktif dengan latar belakang profesi beragam, mulai dari dokter, bidan, pengacara hingga ibu rumah tangga. Seluruh anggota disebut berasal dari 25 kelompok angklung binaan Prihyanti.

“Para pemain dikumpulkan dari 25 kelompok angklung yang saya latih. Komunitas ini dibentuk agar menjadi tim yang siap tampil di mana saja dan kapan saja,” katanya.

Tidak hanya fokus pada pertunjukan musik, La Femina juga mencoba tampil fleksibel mengikuti konsep acara. Seusai memainkan angklung, para personel bahkan ikut memperagakan busana olahraga karya penyandang disabilitas dalam rangkaian festival tersebut.

“Kami memosisikan diri sebagai kelompok entertainer yang fleksibel. Jika konsep acaranya peragaan busana, kami siap bersinergi mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut,” ucap Prihyanti.

Selain membawa misi pelestarian budaya, aktivitas bermusik itu juga diklaim memberi manfaat kesehatan bagi para anggota yang sebagian besar berusia paruh baya. Permainan angklung dinilai mampu melatih fokus dan koordinasi motorik.

“Gerakan motorik saat bermain angklung bermanfaat membantu mencegah kepikunan atau demensia. Selain itu, filosofi alat musik ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antarmanusia,” pungkasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.