
PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Jumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, tercatat terjadi penambahan titik kekeringan yang cukup signifikan.
Berdasar data BPBD Pamekasan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 231 dusun di 76 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda tercatat sebagai titik kekeringan. Sementara untuk tahun 2026 ini, angka tersebut meningkat menjadi 281 dusun di 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda. Artinya, terjadi penambahan sebanyak 50 dusun dan 6 desa yang kini ikut terdampak kekeringan.
“Untuk tahun ini, titik kekeringan tersebar di 281 dusun di 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan, ada tambahan 50 dusun dan 6 desa di 11 kecamatan terdampak kekeringan,” kata Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Minggu (23/8/2026).
Dari total 281 dusun tersebut, sebanyak 211 dusun masuk kategori kering langka, sedangkan 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis. Sementara dari 13 kecamatan yang ada di Pamekasan, hanya dua kecamatan yang dinyatakan relatif aman dari kekeringan akibat musim kemarau tahun ini, yakni Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan (Kota).
Peningkatan jumlah wilayah terdampak kekeringan ini diduga kuat dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panas dan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. BPBD Pamekasan saat ini terus memantau perkembangan dan bersiap menyalurkan bantuan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan. (Red-Garudasatunews)











