Angin Kencang Mojokerto, Mitigasi Dipertanyakan

oleh -104 Dilihat
oleh
Angin Kencang Mojokerto, Mitigasi Dipertanyakan
Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama perangkat desa dan masyarakat setempat turun ke lokasi. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Terjangan angin dilaporkan merusak sejumlah rumah warga serta menumbangkan pohon dan baliho di beberapa titik.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dampak terparah terjadi di Dusun Tambaksari dan Dusun Dimoro, Desa Tambakagung. Selain itu, kejadian serupa juga dilaporkan di Desa Balongmojo dan Kenanten.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menyebut peristiwa dipicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. “Berdasarkan pantauan BMKG Juanda, wilayah Puri mengalami hujan disertai angin kencang,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Data lapangan mencatat kecepatan angin mencapai sekitar 11 knot. Dampaknya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dengan variasi tingkat kerusakan. Di Dusun Tambaksari, atap gudang milik warga Abdul Manan rusak sedang dengan luas sekitar 6×4 meter. Sementara atap rumah milik Suyitno mengalami kerusakan ringan. Di Dusun Dimoro, rumah milik Dwi Mayangsari mengalami kerusakan sedang pada bagian ruang tamu dan kamar.

Selain merusak bangunan, angin kencang juga menumbangkan pohon, merobohkan rumpun bambu, hingga menjatuhkan baliho dan tenda pos polisi di sejumlah titik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material masih dalam proses pendataan.

Tim BPBD bersama perangkat desa dan warga setempat langsung melakukan penanganan darurat. Bantuan terpal telah disalurkan kepada warga terdampak sebagai langkah sementara.

Namun dari sudut pandang investigatif, kejadian ini kembali menyoroti lemahnya mitigasi bencana di tingkat lokal. Minimnya pemangkasan pohon rawan tumbang serta kurangnya penguatan struktur bangunan ringan diduga memperbesar dampak kerusakan saat angin kencang terjadi.

Di sisi lain, distribusi bantuan yang masih bersifat darurat memunculkan pertanyaan terkait kesiapan logistik dan kecepatan respons dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berulang setiap musim peralihan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Namun, tanpa langkah mitigasi yang lebih sistematis, kejadian serupa berpotensi terus berulang dengan dampak yang lebih luas. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.