Ampel Membludak, Ibadah dan Kuliner Berpadu

oleh -28 Dilihat
oleh
Ampel Membludak, Ibadah dan Kuliner Berpadu
Satu Malam di Ampel
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Aktivitas di kawasan wisata religi Sunan Ampel meningkat tajam menjelang malam-malam terakhir Ramadan, memadukan lonjakan kunjungan ziarah dengan geliat ekonomi kuliner yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Sejak sore hari, kawasan Ampel dipadati pengunjung yang berburu takjil di lorong pasar. Aroma kuliner khas seperti nasi kebuli dan kambing oven mendominasi area, menandai tingginya perputaran ekonomi musiman yang selalu berulang setiap Ramadan.

Salah satu pengunjung, Syam (26), mengaku rutin datang untuk ngabuburit sekaligus berburu menu khas. “Roti maryam dan kopi jahe jadi favorit, selain enak juga bikin badan lebih siap untuk ibadah malam,” ujarnya.

Memasuki waktu salat tarawih, arus pengunjung beralih ke Masjid Agung Ampel. Ribuan jamaah memadati area masjid, menciptakan kepadatan yang menuntut pengelolaan ruang ibadah secara maksimal agar tetap kondusif.

Usai tarawih, aktivitas tidak surut. Sebagian besar jamaah melanjutkan dengan tadarus dan i’tikaf, terutama pada malam ganjil yang diyakini memiliki nilai ibadah lebih tinggi. Selasar masjid dipenuhi jamaah yang bertahan hingga dini hari.

Hani (22), salah satu jamaah i’tikaf, menilai suasana di Ampel memiliki daya tarik tersendiri. “Ramai, tapi tetap terasa tenang saat mulai tadarus. Ini jadi momen refleksi sebelum Ramadan berakhir,” ungkapnya.

Selain ibadah, ziarah ke makam Sunan Ampel juga mengalami peningkatan signifikan pada malam hari. Aktivitas ini menambah kepadatan kawasan yang memadukan fungsi religius dan wisata dalam satu ruang.

Fenomena ini menunjukkan Ampel tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga episentrum aktivitas ekonomi dan sosial selama Ramadan. Namun, tingginya mobilitas pengunjung juga menuntut pengawasan ketat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di kawasan tersebut.

Menjelang akhir Ramadan, kawasan Ampel kembali menegaskan perannya sebagai magnet utama masyarakat, baik untuk ibadah maupun aktivitas ekonomi, dalam satu siklus yang terus berulang setiap tahun.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.