Alumnus Unesa Bangun Sekolah Model Disabilitas

oleh -26 Dilihat
oleh
Alumnus-Unesa-Bangun-Sekolah-Model-Disabilitas
Alumnus DKV Unesa, Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri, perintis Fira Modelling Disability.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri atau yang akrab disapa Fira, merintis sekolah model khusus bagi penyandang disabilitas sebagai upaya membuka ruang pengembangan bakat yang selama ini dinilai masih terbatas. Lembaga bernama Fira Modelling Disability (FMD) itu kini beroperasi di Surabaya dan Malang dengan 35 peserta didik aktif.

FMD didirikan sejak Fira masih menempuh pendidikan di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Unesa. Bersama ibunya, ia menyusun kurikulum pelatihan yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan modeling, tari, hingga teknik berjalan di atas panggung yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing peserta.

Langkah tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap minimnya akses dan ruang aktualisasi bagi penyandang disabilitas, khususnya di bidang seni pertunjukan dan modeling. Menurutnya, masih banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi, namun belum memperoleh wadah pembinaan yang memadai.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi,” ujar Fira, Senin (13/7/2026).

Sebagai penyandang disabilitas rungu, Fira mengakui pengelolaan sekolah tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Metode pembelajaran harus terus disesuaikan dengan karakter, kemampuan motorik, serta kebutuhan masing-masing peserta didik agar proses pelatihan berjalan efektif.

Ia berharap FMD tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan modeling, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri para peserta sekaligus mendorong perubahan perspektif masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Saya berharap sekolah ini menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap para penyandang disabilitas,” katanya.

Fira memiliki pengalaman di dunia modeling, termasuk pernah mewakili Indonesia dalam peragaan busana kebudayaan di Turki. Atas kontribusinya melalui FMD, ia juga menerima penghargaan Inspiring Women 2022 pada kategori pendidikan yang diberikan atas dampak sosial dari program yang dikembangkannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Unesa pada akhir 2025, Fira kini berkarier di FIF Group. Di tengah aktivitas profesionalnya, ia menyatakan tetap berkomitmen mendampingi perkembangan peserta didik di FMD, baik dari aspek keterampilan maupun pembentukan mental.

Menurut Fira, capaian terbesar yang dirasakan bukan hanya prestasi di atas panggung, melainkan perubahan sikap para peserta didik yang sebelumnya tertutup menjadi lebih berani tampil di ruang publik dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

Keberadaan FMD menjadi salah satu contoh inisiatif masyarakat dalam memperluas akses pembinaan bagi penyandang disabilitas. Upaya tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi di ruang publik sebagaimana dijamin dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.