BONDOWOSO, Garudasatunews.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Bondowoso pada tahun anggaran 2026 guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Manajer Jatim 3 PT Pupuk Indonesia, Sri Purwanto, menyampaikan penambahan alokasi tersebut didasarkan pada tren positif serapan pupuk bersubsidi oleh petani Bondowoso sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang digelar di Ballroom Hotel Ijen View Bondowoso, Selasa (10/2/2026), dengan melibatkan 11 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 302 Penerima Pada Titik Serah (PPTS).
Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, serapan pupuk Urea di Bondowoso mencapai 95 persen dari kuota yang tersedia, sementara pupuk NPK mencatat serapan hingga 99 persen.
Sri Purwanto menyebut pada 2026 pihaknya menargetkan serapan pupuk bersubsidi dapat lebih optimal, seiring penguatan pembinaan distribusi agar penyaluran sesuai dengan petunjuk teknis pemerintah.
Ia mengakui pada 2025 kuota pupuk bersubsidi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dengan pemenuhan Urea sebesar 91 persen dan NPK sekitar 76 persen.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, alokasi pupuk Urea Bondowoso pada 2026 ditingkatkan menjadi 33.791 ton, naik dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 32.809 ton.
Sementara itu, alokasi pupuk NPK juga naik menjadi 23.861 ton dari sebelumnya 23.570 ton. Peningkatan ini diharapkan mampu mendorong hasil panen petani di berbagai wilayah Bondowoso.
PT Pupuk Indonesia menegaskan pentingnya sinergi antara distributor dan kios resmi agar penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dan sesuai regulasi yang berlaku. (Red-Garudasatunews)














