Aksi Hari Bumi Jombang Disorot Minim Dampak Nyata

oleh -39 Dilihat
oleh
Aksi Hari Bumi Jombang Disorot Minim Dampak Nyata
Yuliati Nugrahani memimpin penanaman berbagai jenis sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan sekitar kantor PKK, Rabu (22/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Peringatan Hari Bumi 2026 di Kabupaten Jombang yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian, dan Tim Penggerak PKK, Rabu (22/4/2026), memunculkan pertanyaan terkait efektivitas program yang dijalankan. Kegiatan bertema global “Our Power, Our Planet” tersebut diklaim sebagai upaya menekan emisi karbon dan memperkuat ketahanan lingkungan berbasis keluarga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi “Bike to Work” oleh pegawai DLH Jombang. Namun, aksi simbolik ini dinilai belum menyentuh persoalan utama tingginya emisi kendaraan di wilayah perkotaan, mengingat belum adanya kebijakan lanjutan yang terukur dan berkelanjutan.

DLH juga melakukan pembuatan lubang biopori di sekitar kantor sebagai langkah meningkatkan resapan air dan pengelolaan sampah organik. Meski demikian, implementasi di lapangan dinilai masih terbatas pada lingkup instansi dan belum menjangkau kawasan permukiman padat yang justru paling membutuhkan solusi tersebut.

Puncak kegiatan dipusatkan di halaman kantor PKK Kabupaten Jombang dengan agenda penanaman sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini dipimpin Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani bersama Kepala DLH Miftahul Ulum dan jajaran terkait.

Yuliati menyatakan bahwa peringatan Hari Bumi harus menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Namun, hingga kini belum terlihat indikator keberhasilan konkret maupun target capaian dari program yang dijalankan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai belum diikuti dengan strategi implementatif yang mampu mendorong partisipasi luas masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan.

Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menyebut kolaborasi lintas sektor ini sebagai investasi jangka panjang. Namun, tidak dijelaskan secara rinci roadmap kebijakan maupun pengawasan program yang memastikan keberlanjutan dari kegiatan tersebut.

Sejumlah pengamat lingkungan menilai, tanpa kebijakan yang terukur, kegiatan seremonial seperti ini berpotensi menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak signifikan terhadap penurunan emisi maupun perbaikan kualitas lingkungan.

Di sisi lain, tantangan nyata seperti pengelolaan sampah, alih fungsi lahan, dan minimnya ruang terbuka hijau di Jombang masih membutuhkan langkah strategis yang lebih konkret dan terintegrasi.

Peringatan Hari Bumi di Jombang pun menjadi cerminan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan simbolik, melainkan memerlukan kebijakan berkelanjutan, pengawasan ketat, serta keterlibatan aktif masyarakat secara luas. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.