Akad Massal Tanpa DP, Skema Properti Disorot

oleh -48 Dilihat
oleh
Akad Massal Tanpa DP, Skema Properti Disorot
Dari kiri ke kanan: Aris Mularto, Hisar Timbul Napitupulu, Rachmat Suhendra dan Mas Jay.
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Sebanyak 80 konsumen langsung memilih unit rumah dan melakukan akad dalam satu hari pada acara akad massal yang digelar Java Residence di Fave Hotel Sidoarjo, Minggu (12/4/2026). Skema “pilih unit langsung akad tanpa DP” menjadi daya tarik utama proyek hunian di kawasan Krian.

Program ini merupakan bagian dari peluncuran New Project Cluster 3, pengembangan hunian seluas 9 hektare dengan harga mulai Rp300 jutaan. Proyek yang baru diperkenalkan awal 2026 tersebut menyasar pasar rumah terjangkau dengan proses transaksi cepat.

Cluster 3 menawarkan tiga tipe rumah, yakni New Chicha (36/72), New Camar (36/90), dan Kaladi (39/105). Selain itu, pengembang mengklaim menghadirkan fasilitas penunjang seperti ruang terbuka hijau “Java Tree”, mushola, minimarket, hutan kota, serta sistem keamanan berbasis CCTV dan one gate system.

Kemudahan transaksi menjadi sorotan utama. Konsumen hanya diminta menyediakan uang tanda jadi Rp3 juta tanpa kewajiban uang muka (DP), lalu dapat langsung melanjutkan ke proses akad setelah memenuhi persyaratan administrasi.

Direktur PT Mitra Usaha Propertindo, Rachmat Suhendra, menyebut skema tersebut sebagai bentuk komitmen memberikan kemudahan sekaligus kepastian bagi konsumen. Namun dari sudut pandang investigatif, model transaksi tanpa DP ini memunculkan pertanyaan terkait mitigasi risiko pembiayaan, khususnya bagi konsumen dengan kemampuan finansial terbatas.

Di sisi lain, Direktur PT Mitra Usaha Konstruksi, Mas Jay, menegaskan kesiapan pembangunan menjadi kunci agar target serah terima dapat tercapai pada tahun yang sama. “Kami optimis pengembangan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Dukungan pembiayaan datang dari perbankan. Perwakilan BTN Surabaya Bukit Darmo, Hisar Timbul Napitupulu, menyebut Java Residence sebagai Developer Platinum BTN yang mendapatkan prioritas layanan KPR, termasuk pre-screening dan percepatan akad.

Hal serupa disampaikan perwakilan Bank Syariah Nasional KC Surabaya, Aris Mularto, yang menyebut proyek ini sebagai alternatif hunian berbasis prinsip syariah dengan akses pembiayaan fleksibel.

Meski demikian, percepatan proses akad dalam satu hari dan skema tanpa DP dinilai perlu diawasi lebih ketat untuk memastikan perlindungan konsumen serta menjaga stabilitas pembiayaan jangka panjang. Tanpa pengawasan memadai, potensi kredit bermasalah dan ketidaksiapan finansial pembeli bisa menjadi risiko laten di kemudian hari. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.